Linda: Peran Dunia Usaha Sangat Penting

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2957 Kali

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar saat menerima penghargaan Anugerah AMPERA dari APSAI (24/6)

 

 

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar, menerima Penghargaan Anugerah AMPERA dari Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) atas kiprah dan dukungan Linda terhadap kemajuan APSAI, dan kemajuan anak-anak Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Ketua APSAI,Luhur Budiarso pada Menteri PP-PA dalam acara seminar APSAI yang bertemakan “Komitmen Perusahaan Dalam Mendukung Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak”, di SME Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (24/6) pagi.

Dalam acara seminar yang digelar dalam rangka Hari Anak Nasional (HAN) 2014 tersebut, Linda pun menyampaikan apresiasinya kepada APSAI sebagai wadah bagi perusahaan yang ingin ikut membantu mewujudkan pemenuhan dan perlindungan terhadap anak. “Kita tidak memungkiri bahwa kondisi anak Indonesia saat ini masih memprihatinkan, baik dari segi pemenuhan gizi, pendidikan, hingga hak mereka untuk bermain. Untuk menyelesaikan hal ini, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu, kita sangat mengapresiasi terbentuknya Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) oleh sektor swasta, yang bisa menjadi salah satu solusi bagi persoalan anak di Indonesia,”ungkap Linda.

Dalam paparannya, Linda mengemukakan bahwa pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung pembangunan anak membuat institusi yang dipimpinnya membangun partnership yang kokoh dengan beberapa perusahaan. Bentuk partnership ini dibangun untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan anak, yang diarahkan pada bentuk kemitraan dan kerjasama beyond CSR (Corporate Social Responsibility). Saat ini setidaknya ada tiga bentuk kerjasama yang sedang dibangun, yaitu: 1) kebijakan perusahaan yang peduli anak; 2) produk yang aman bagi anak; dan 3) CSR bagi anak.

“Dalam hal kebijakan perusahaan peduli anak, kita bekerjasama untuk terlahirnya kebijakan perusahaan yang mendukung dan memastikan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Contohnya, kebijakan perusahaan untuk menyediakan pojok ASI, tempat penitipan anak (TPA), dan mengembangkan kebijakan yang memberikan dispensasi waktu bagi karyawati yang memiliki bayi di bawah usia 6 bulan untuk memberikan ASI eksklusif kepada bayinya,” ujar Menteri PP-PA tersebut. Linda juga menambahkan, kebijakan peduli anak tersebut termasuk dengan kebijakan perusahaan untuk tidak mempekerjakan anak di bawah usia yang ditentukan, dan tidak melibatkan anak-anak dalam bentuk-bentuk pekerjaan yang membahayakan bagi anak. Hal kedua, kerjasama juga dibangun untuk memperjuangkan  penyediaan produk yang aman bagi anak, baik produk makanan yang tidak membahayakan kesehatan anak, dan juga produk mainan yang aman, mendidik, dan tidak mengandung kekerasan bagi anak. Terakhir, kerjasama juga dibangun dalam hal CSR bagi anak, yaitu terlibatnya perusahaan-perusahan dalam program-program dan kegiatan-kegiatan dalam mendukung tumbuh kembang dan perlindungan anak-anak Indonesia, seperti membangun posyandu, kampanye ASI eksklusif, dll.

Dengan posisi penting dunia usaha tersebut, Linda berharap APSAI dapat menjadi wadah bagi perusahaan-perusahaan swasta dan pelaku bisnis, untuk secara bersama-sama dengan Pemerintah dan masyarakat dalam melaksanakan pemenuhan hak dan perlindungan anak Indonesia. “Sejak terbentuk pada tahun 2011, saya melihat  dalam tempo kurang dari tiga tahun APSAI telah menunjukkan kontribusi positifnya untuk turut serta membangun anak-anak Indonesia melalui berbagai bentuk kegiatan. Semoga ke depan kerjasama yang baik ini terus berlanjut,”pungkas Linda di akhir pembicaraannya. (AF)

 

 

Foto Terkait:

Menteri PP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar besama Ketua APSAI, Luhur Budiarso menunjukkan Petisi Komitmen Perusahaan Anggota APSAI

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 11 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 16 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 32 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 71 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 83 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…