Anugerah Yasas Buddhimat Patnika Untuk Ibu Negara

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 4571 Kali

 

Jakarta, 18 Desember 2013, Acara Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-85 Tahun 2013 menjadi lebih spesial dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal yang menjadikan peringatan di tahun 2013 ini menjadi istimewa adalah keberadaan pemberian penghargaan kepada sosok tokoh perempuan yang menjadi tauladan bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan. Adalah Anugerah Yasas Buddhimat Patnika, penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah untuk individu/perseorangan yang cerdas, bijaksana dan terpilih.

Sosok Ibu yang mewakili ke tiga karakter tersebut adalah Ibu Negara Indonesia, Hj. Ani Bambang Yudhoyono. Ke tiga karakter ini beliau cerminkan melalui berbagai gagasan dan perubahan terhadap masyarakat terutama perempuan dan anak di masyarakat, di bidang-bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Selain itu penghargaan ini diberikan untuk menghargai ide-ide, terobosan, inovasi dan konsistensi serta dedikasi beliau yang tanpa henti, dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat termasuk kualitas SDM perempuan dan anak yang dirasakan dampaknya tidak saja di tingkat nasional, namun mampu juga mengharumkan bangsa ditingkat internasional.

Ibu Ani Bambang Yudhoyono secara konsisten melakukan berbagai terobosan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lingkungan melalui program-program Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) melalui 5 pilarnya : Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Hijau, Indonesia Kreatif dan Indonesia Peduli.

Dimulai dari Program Indonesia Pintar, program ini merupakan dukungan Ibu Negara untuk memberikan akses layanan pendidikan bermutu di lingkungan kurang beruntung dan terpencil. Program ini diwujudkan dalam bentuk rumah pintar, mobil pintar, kapal pintar dan pendidikan pemberdayaan ekonomi perempuan. Seluruh inovasi layanan pendidikan tersebut diintegrasikan dengan pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Kemudian Program Indonesia Sehat, dimana ide-ide Ibu Negara di bidang kesehatan ini dituangkan dengan mengedepankan motto  “Bangsa Sehat Negara Kuat”. Hal ini didasari pemikiran Ibu Negara tentang perlunya peningkatan kualitas kesehatan Ibu dan Anak merupakan salah satu sasaran utma pembangunan kesehatan di Indonesia, karena dari ibulah lahir anak-anak generasi bangsa. Konsep Indonesia sehat ditujukan untuk membangun program pemerintah dalam menciptakan keluarga, masyarakat dan bangsa yang sehat. Konsep ini diimplementasikan antara lain melalui Mobil Sehat (Mohat) dan Motor Sehat (Torhat). Guna menciptakan masyarakat Indonesia yang sehat, program Indonesia Sehat juga diarahkan untuk peduli sanitasi, menciptakan rumah yang sehat dan layak huni serta membantu menekan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Selanjutnya, Program Indonesia Hijau dengan motto “Selamatkan Bumi Kita”, sebagai bagian dari Indonesia Sejahtera. Menitikberatkan kepada kepedulian SIKIB terhadap lingkungan hidup. Hal ini tertulis pada kegiatan Indonesia Hijau yang diterapkan dalam program Tanam dan Pelihara (T&P) dimana termasuk dukungan bagi Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTP), program Mobil Hijau (MOH), program Pemeliharaan dan Pemberdayaan Lingkungan (PPL), dan dukungan bagi kegiatan Indonesia Sejahtera SIKIB umumnya serta pilar-pilar lain khususnya.

Kemajuan pesat pada program Indonesia Hijau adalah program yang berhubungan dengan ketahanan pangan keluarga. Kegiatan ini banyak melibatkan kelompok perempuan, remaja dan anak-anak. Kegiatan tersebut antara lain :

a) Program Tanam dan Pelihara

Setelah Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara (GPTP) berjala selama 5 Tahun, dalam kebersamaan 7 organisasi perempuan nasional, maka sejak tahun 2012 telah dilakukan beberapa kegiatan terobosan dengan strategi menuju kemandirian GPTP yang bertujuan agar GPTP dapat berkesinambungan pasca tahun 2014, serta agar organisasi-organisasi anggota atau mitra pemrakarsa GPTP di daerah bisa lebih diberdayakan.

b) Mobil Hijau

Program Mobil Hijau sejak tahun 2012 mengalami peningkatan jumlah kegiatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dengan kegiatan-kegiatan rutin yang sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

c) Program Pemeliharaan dan Pengembangan Lingkungan

Melalui program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang banyak dilakukan oleh Tim Pemeliharaan dan Pemberdayaan Lingkungan (PPL). Kegiatn yang dilakukan antara lain dalam bentuk penerbitan buku panduan pertanian perkotaan dan kegiatan lainnya yang dilakukan dalam rangka mendukung program Indonesia Sejahtera.

Selain itu, Ibu Negara pun menuangkan ide-idenya di bidang ekonomi dalam wujud konsep program Indonesia Kreatif dengan visi dan misi “Lestarikan Budaya dan Pacu Kreatifitas”, yaitu suatu program upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan potensi lokal dan petensi Sumber Daya Manusia, dengan penggunaan Metode One Village One Product yang dikembangkan di dalam Sentra Kriya yang ada di seluruh Rumah Pintar yang tersebar di Indonesia.

Program Indonesia Kreatif, juga bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, termasuk industri rumahan yang kenyataan di lapangan banyak dikelola dan dikembangkan oleh perempuan dan kelompok perempuan. Dalam konteks memacu kreatifitas di bidang ekonomi, metode yang digunakan dalam pelaksanaan Indonesia Kreatif adalah membangun pemberdayaan ekonomi untuk dikembangkan baik dalam rangka penciptaan lapangan kerja (job creation) maupun peningkatan usaha untuk kegiatan yang sudah ada. Masyarakat kecil menjadi anggota binaan Indonesia Kreatif yang telah tergabung dalam Rumah Pintar yang ada, karena program Indonesia Kreatif juga dimaksudkan untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil khususnya dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Disamping upaya-upaya tersebut, Ibu Negara pun telah mengharumkan nama bangsa dengan menginisiasi kegiatan yang mendapatkan pengakuan dunia, yakni di antaranya:

a) Pada 31 Juli 2007, Ibu Negara telah diundang sebagai salah satu narasumber pada acara UNESCO Regional Conferences In Support of Global Literacy di Beijing, China.

b) Kegiatan Gerakan Perempuan Indonesia Tanam dan Pelihara 10.000.000 (sepuluh juta) pohon bersama 7 (tujuh) organisasi perempuan Indonesia pada 1 Desember 2007 mendapat penghargaan dari "The United Nations Environment Program" (UNEP) berupa "Certificate of Global Leadership".

c) Ibu Negara juga pernah diundang sebagai pembicara utama dalam acara “Wanita Sebagai Pendorong dalam Menangani Perubahan Iklim”, yang merupakan acara sampingan dari acara COP-13 UNFCCC Bali pada Desember 2007. Ibu Ani juga menerima Global Leadership Award dari UNEP untuk kepemimpinan Ibu Ani dalam program Penanaman dan Perawatan 10.000 pohon di seluruh Indonesia.

d) Pada 28 Juli 2008 di acara Regional Microcredit Summit 2008, Ibu Negara mendapat penghargaan berupa pin emas dari M Yunus (Pemegang Nobel Perdamaian 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh). Hal ini atas komitmen Ibu Negara yang tanpa henti mendorong dan mengembangkan UKM dan Kredit Mikro Indonesia melalui program PERKASSA (Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) dan Indonesia Kreatif.

e) Atas undangan DPR RI dan UNESCO, Ibu Negara berpidato di hadapan anggota perlemen Asia Pasific pada 7 Juli 2010 tentang program Indonesia Sejahtera.

Ragam dedikasi yang telah beliau torehkan, adalah wujud kepedulian Ibu Negara untuk membangun cita-cita luhur bangsa. Ibu Ani Bambang Yudhyono, adalah seorang perempuan yang cerdas, bijaksana namun tegas dan penuh empati kepada semua orang. Beliau sejak kecil sudah mempunyai karakter sebagai seorang pemimpin dan pendobrak di tengah teman sebayanya, mempunyai kedisiplinan, keteguhan diri, keberanian dan mampu mewujudkan ide-ide/inovasinya hingga tuntas dan tetap berkelanjutan.  Dari muda beliau sudah aktif berorganisasi, serius didalam menimba ilmu dan mempunyai ketertarikan di dalam isu-isu gender, perempuan dan anak. Dari kiprahnya sejak muda hingga dewasa ini  menjadi Ibu negara telah secara nyata dan konsisten berbuat untuk perubahan kondisi perempuan dan anak serta menyuarakan pentingnya perempuan dan anak perempuan untuk mendapatkan akses dan berpartisipasi secara setara dengan kaum laki-laki diberbagai bidang, terutama bidang-bidang strategis seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan dan sosial.

Seluruh ide dan gagasan yang telah dituangkan oleh Ibu Negara ini, mengundang rasa kagum dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP&PA). Beliau mengungkapkan, “Kemampuannya untuk menularkan gagasan-gagasan/ide-ide dan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk perempuan dan anak pada khususnya, dan kemampuan untuk menggerakkan organisasi/kelompok perempuan dan masyarakat untuk mewujudkan gagasan menjadi suatu aksi nyata, menempatkan beliau sebagai salah satu Perempuan Indonesia yang “inspiring”sekaligus sebagai sebagai “agent of change” motivator, penggerak dan pemimpin di dalam masyarakat. Walaupun berkarya nyata di luar rumah yang manfaatnya banyak dirasakan oleh masyarakat, terutama perempuan dan anak, kekuatannya pada keluarga juga tidak dilupakan sebagai mitra sejajar suami dalam membangun keluarga dan mendidik anak-anaknya.” [ans]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Sispreneur, Strategi Dukung Perempuan Pelaku UMKM Dalam Masa Pandemi (5)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga hari ini meluncurkan Kelas Inkubasi Sispreneur yang ditujukan bagi kalangan perempuan…
Siaran Pers, Rabu, 12 Agustus 2020

Kemen PPPA Kaji Ulang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Kejar Masuk Prolegnas 2021 (45)

Memastikan penegakan hukum dan regulasi yang mengatur agar korban mendapat keadilan dalam upaya penghapusan kekerasan seksual, menjadi sangat penting bahkan…
Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Dukung Peningkatan Layanan Unit PPA POLRI, Menteri Bintang Ingatkan Pelayanan Berperspektif Korban (33)

Permasalahan perempuan dan anak merupakan permasalahan multi sektoral, sehingga layanan perempuan dan anak korban kekerasan harus diberikan secara komprehensif dan…
Siaran Pers, Selasa, 11 Agustus 2020

Menteri PPPA : Ajak Anak Praktikkan Nilai Pancasila dalam kehidupan Nyata (104)

Di tengah arus globalisasi yang kuat, ancaman intoleransi dan perpecahan, ideologi militan, serta ketidakadilan menjadikan tantangan tersendiri dalam menanamkan nilai-nilai…
Siaran Pers, Senin, 10 Agustus 2020

Optimalisasi Layanan JDIH, Kemen PPPA Sediakan Kemudahan Akses Produk Hukum terkait PPPA (101)

Jakarta (10/08) – Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) merupakan suatu sistem pemanfaatan bersama peraturan perundang-undangan dan bahan dokumentasi hukum…