Peringatan Hari Ibu Ke-85 Tahun 2013

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1574 Kali

 

Jakarta – Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 18 Desember 2013, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI selaku penanggungjawab panitia nasional Peringatan Hari Ibu (PHI), didukung oleh 6 (enam) organisasi perempuan yaitu : SIKIB, Dharma Pertiwi, KOWANI, Dharma Wanita Persatuan, Bhayangkari dan TP.PKK Pusat menyelenggarakan puncak acara PHI ke-85 Tahun 2013 yang dihadiri oleh Bapak Presiden beserta Ibu Negara, dan Bapak Wakil Presiden beserta Isteri.

Puncak Acara PHI yang diselenggarakan lebih awal ini, dihadiri kurang lebih 2000 undangan yang terdiri dari terdiri dari para Menteri, Ketua Lembaga Tinggi Negara, Duta Besar negara sahabat, para mantan Menteri perempuan, tokoh perempuan, dunia usaha, generasi muda, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, kalangan media, pelajar dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Acara Puncak PHI ke-85 tahun 2013 mengangkat tema yang difokuskan pada “Peran Perempuan dan Laki-laki Dalam Mewujudkan Demokrasi yang Partisipasif dan Pembangunan yang Inklusif”.

“Tema ini dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia tahun 2013 bersiap-siap menuju tahun politik 2014 dengan harapan di tahun depan semakin banyak warga negara yang terlibat dalam pemilihan umum. Adapun  tema pembangunan inklusif, ditetapkan agar pembangunan yang sedang dijalani prosesnya hingga saat ini dapat optimal menjangkau semua kelompok dan elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, anak perempuan maupun anak laki-laki, termasuk kelompok penyandang disabilitas dan berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia”, terang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP&PA).

Ibu Koes Moeldoko selaku Ketua Umum Panitia Nasional PHI ke-85 Tahun 2013 menambahkan, “Pembangunan inklusif lebih terfokus untuk mengatasi ketertinggalan sehingga pendekatan ini pun ditujukan pada peningkatan akses pendidikan, kesehatan, kependudukan dan ekonomi”.

Pembangunan inklusif membuka peluang yang lebih komprehensif bagi kaum perempuan untuk mengakses pendidikan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan bekal pendidikan yang mumpuni, maka kaum perempuan pun mampu terlibat dalam proses demokrasi partisipatif. Pada titik ini, kaum perempuan akan dilibatkan lebih jauh dalam proses pengambilan keputusan. Posisi ini tentunya lebih menguntungkan kaum perempuan, karena keterlibatan kaum perempuan dalam mengambil keputusan akan mampu mengakomodir kebutuhan kaum perempuan lainnya pada proses pembangunan hingga ke tingkat akar rumput.

Dalam rangka mengisi PHI ke-85 Tahun 2013, telah dan akan dilakukan berbagai kegiatan antara yaitu :

a) Bhakti Sosial pada tanggal 3 Desember 2013, di wilayah Tanjung Anom Kecamatan Mauk Kabupaten Tangerang.  Bhakti sosial ini mengangkat tema : “Meningkatkan kebersamaan dan kepedulian untuk mewujudkan keluarga sehat, ekonomi kuat”. Kegiatan dihadiri oleh Bupati Tangerang, perwakilan 6 organisasi perempuan, SKPD terkait, jajaran Pemkab Tangerang serta undangan lainnya sebanyak 400 orang.  Bakti sosial ini diisi dengan kegiatan antara lain :

• Pelayanan dan pemeriksaan kesehatan umum kepada 1000 orang warga;

• Pemeriksaan gigi dan mulut kepada 200 orang warga;

• Pemeriksaan mata dan pemberian kaca mata kepada 200 orang warga;

• Pemberian sembako kepada 2000 orang warga;

• Pelaksanaan khitanan kepada 50 orang anak;

• Pemberian jam dinding kepada tim medis sebanyak 140 buah;

• Penanaman pohon di lingkungan pelaksanaan bakti sosial;

• Layanan mobil pintar, mobil sehat dan mobil hijau untuk memberikan informasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pendidikan serta beberapa hal terkait pentingnya upaya untuk meningkatkan kualitas hidup, kualitas kesehatan, pola hidup sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat.

c. Fun Badminton Tournament diselenggarakan oleh Taufik Hidayat Arena (THA) pada tanggal 8 Desember 2013. Turnamen ini diikuti oleh perwakilan 6 organisasi perempuan dan kalangan media massa, baik cetak maupun elektronik yang tergabung dalam Forum Wartawan Perempuan dan Anak (Fortapena). Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga serta dihadiri oleh Ibu Herawati Boediono.

d. Donor Darah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2013 di Aula dr. Siwabessy Gd. Prof. Suyudi lantai II, dengan tema “Donor Darah Sangat Membantu Kesehatan Masyarakat Indonesia“. Kegiatan ini dibuka oleh Menteri Kesehatan dengan jumlah peserta sebanyak 1000 orang yang mewakili organisasi perempuan serta kementerian/lembaga terkait;

e. Seminar:

• 12 – 13 November 2013 di Gedung Manggala Wana Bhakti dengan tema "Pembelajaran Politik bagi Perempuan Menuju Pembangunan Berkelanjutan" dihadiri 1700 orang peserta. Seminar ini dibuka oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono;

• 11 Desember 2013 bertempat di Plennary Hall - Jakarta Convention Centre, Jakarta dengan tema "Peran Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Indonesia: Strategi Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia". Peserta sebanyak 400 orang. Seminar ini akan menghadirkan para narasumber yaitu : Bapak Alexander Rusli (Dirut Indosat), Ibu Dewi Motik Pramono (Ketua Umum KOWANI), Ibu Tri Rismaharini (Walikota Surabaya) serta Ibu Ita Yuliati (Pemenang E and Y Award), dengan moderator : Fifi Aleyda  Yahya;

• 12 Desember 2013 di Kementerian Agama, Jakarta dengan tema "Upaya Terobosan Percepatan Penurunan Angka Kematian Ibu". Peserta sebanyak 300 orang. Seminar ini akan menghadirkan para narasumber yaitu : Bapak Soekarwo/Pak De Karwo (Gubernur Jawa Timur), Ibu Poetji Rochjati (Penemu score Poetji Rochjati), Ibu Listiyani Ritawati (Pemenang Srikandi Award tahun 2009), dengan moderator : Harsya Subandrio.

f. Pameran bekerjasama dengan Katumbiri di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta yang dilaksanakan tanggal 11 – 15 Desember 2013, dan dibuka oleh Menteri Perdagangan. Dalam pameran ini bekerjasama dengan Kementerian Hukum dan HAM, menampilan karya kreatif dari para penghuni lapas dengan nama “Napikraft”, pameran oleh para perempuan pelaku usaha, kelompok ekonomi kreatif dan pelaku industri kreatif lainnya dari beberapa wilayah nusantara yang mengangkat tema “budaya dan kearifan lokal dayak”. Pameran juga menampilkan fotografi karya Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono.

g. Pelatihan Ngadi Saliro dan Ngadi Busono yang dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2013, diselenggarakan oleh PT. Mustika Ratu dengan peserta sebanyak 180 orang. Kegiatan ini sebagai wujud bahwa rangkaian PHI juga diisi dengan kegiatan kreatif dan inovatif lainnya oleh unsur dunia usaha dan masyarakat.

h. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata,  yang dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2013 dengan peserta yang mewakili 6 organisasi perempuan, kementerian terkait serta unsur masyarakat lainnya;

i. Acara Puncak pada tanggal 18 Desember 2011 bertempat di Sasana Kriya TMII, diisi dengan Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) serta penandatanganan Sampul Perangko Prisma Hari Ibu Tahun 2013 oleh Presiden Republik Indonesia. Selain itu, pada tanggal 16 Desember 2011 akan diberikan Piagam Penghargaan dari Kepala BKKBN, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di kementerian/lembaga masing-masing, kepada:

• Pengelola Terbaik Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi

• Pengelola Terbaik Gerakan Sayang Ibu (GSI) tingkat Provinsi

• Pengelola Terbaik Kecamatan Sayang Ibu (KSI) tingkat Provinsi

• Perusahaan Terbaik Pengelola Tenaga Kerja Perempuan tingkat Provinsi

j. Fun Walk dan Fun Bike di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2013 dengan peserta sekitar 5500 orang. Kegiatan ini akan dibuka oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, dan dihadiri oleh Ibu Herawati Boediono. Tema yang diangkat “Gerakan Indonesia Bersih”.(ans)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (22)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (25)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (223)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (91)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (244)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…