Presiden RI Hadir Pada Acara Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-84

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1210 Kali

 

 

Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri Peringatan Hari Ibu ke- 84 di Gedung SME Tower. Peringatan Hari Ibu ke-84 yang tahun ini diketuai oleh Tim Penggerak PKK Pusat, mengangkat tema Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kesejahteraan Bangsa.

“Tema yang kami angkat dengan mempertimbangkan antara lain bahwa Sekretaris Jenderal PBB telah menunjuk Bapak Presiden bersama-sama dengan Perdana Menteri Inggris dan Presiden Republik Liberia sebagai “Ketua Bersama” Tingkat Tinggi Para Tokoh Terkemuka untuk merumuskan Visi dan Agenda Pembangunan Pasca Sasaran Pembangunan Millenium tahun 2015 (Post 2015 Development Agenda)”, ungkap Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP-PA).

Prinsip “equal partnership” mencerminkan bagaimana perempuan Indonesia bersama kaum laki-laki berperan membangun bangsa, sekaligus juga berperan aktif dalam membangun kesejahteraan dan menjalin hubungan yang erat dengan berbagai bangsa di dunia baik regional maupun internasional, dan juga laki-laki wajib melindungi dan menghormati perempuan dalam berbagai aspek terutama dalam pernikahan.

“Kita harus menghormati, menjunjung tinggi dan mematuhi Undang-Undang Perkawinan, juga sekaligus menjunjung tinggi nilai moral dan etika dalam kaitan ini” ujar Yudhoyono saat memberikan sambutannya pada acara puncak tersebut.

Dalam rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu, KPP-PA bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memberikan berbagai penghargaan yang diberikan kepada Pengelola Program Terpadu Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), Kecamatan Sayang Ibu (KSI), Rumah Sakit Sayang Ibu dan Bayi (RSSIB), Perusahaan Terbaik Perlindungan Tenaga Kerja Perempuan, serta Penghargaan Kelompok dan Pengelola Bina Keluarga Balita (BKB) Terbaik.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Republik Indonesia memberikan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kepada 12 Kementerian/Lembaga, 21 Pemerintah Provinsi dan 42 Pemerintah Kabupaten/Kota yang telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi pengarusutamaaan gender dan pemenuhan hak anak di berbagai sektor pembangunan.

Selain itu KPP-PA juga memberikan penghargaan kepada 6 organisasi perempuan yang selama bertahun-tahun menunjukkan komitmennya dalam memajukan pemberdayaan kaum perempuan. Penghargaan tersebut berupa Anugerah dengan nama “Bhakti Nirantara” (pengabdian yang tak pernah berhenti), sebagai bentuk apresiasi serta terima kasih dari pemerintah.

Masih dalam kerangka Peringatan Hari Ibu, KPP-PA juga akan memberikan penghargaan kepada media terpilih, dilandasi dengan pertimbangan bahwa media mampu mempengaruhi dan membentuk opini serta pola pikir masyarakat dalam membangun sikap masyarakat yang bertanggung jawab terkait dengan opini tentang pentingnya  pemberdayaan perempuan dan kesetaran gender.  Penilaian  dilakukan  bagi media cetak dan elektronik (koran, tabloid, majalah, media online dan televisi) selama kurun waktu tahun 2012 ini.  Pada sisi individu, kami juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh perempuan yang sepanjang waktu secara konsisten, tidak kenal menyerah, terus mendorong serta berjuang untuk terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki di segala bidang. Rangkaian kegiatan tersebut bertema “Gemilang Perempuan Indonesia” yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Desember 2012.

“Seluruh rangkaian ini merupakan wujud motivasi, semangat dan inspirasi bagi generasi muda perempuan Indonesia dan seluruh  komponen bangsa yang sudah ikut bekerja keras mengisi kemerdekaan untuk menjadikan Indonesia lebih damai, sejahtera dan adil. Perempuan Indonesia yang memiliki kemampuan “multi-tasking” dan juga bargaining power yang kuat, harus optimis memberdayakan diri sendiri dan juga orang lain demi kemajuan bangsa. Perempuan Indonesia diharapkan dapat hidup sebagai “agent of change” dan mitra strategis laki-laki di dalam berbagai bidang pembangunan dan di di dalam keluarga, masyarakat dan bangsa”, tandas Meneg PP & PA.

Perempuan dan laki-laki memiliki peran yang adil dan setara di dalam mencapai pembangunan berkelanjutan dan didalam memperjuangkan kesejahteraan ekonomi, sosial, politik dan hukum serta mendapatkan akses dan kesempatan yang sama di dalam mendapatkan sumberdaya pembangunan, termasuk akses terhadap informasi, teknologi dan komunikasi dan perlakuan yang adil di muka hukum.  Untuk itu kemajuan yang sudah dicapai kaum perempuan dan laki-laki di dalam Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan.

 

Foto terkait:

 

 

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 17 September 2019

PPT Seruni dan Forum Anak, Senjata Pemda Kota Semarang dalam melindungi anak (41)

Selama ini kita tidak pernah merasa kesulitan bertemu dengan Pak Wali Kota.
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Ini Rahasia SMPN 33 Semarang menjadi Sekolah Ramah Anak (39)

Mas Alfiansyah, apa sih tugas kamu sebagai agen perubahan di sekolah ini?" tanya Wali Kota Semarang
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

DPR RI Sahkan Batas Usia Perkawinan Jadi 19 Tahun (476)

Jakarta (16/09) – Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) sebagai Lembaga Legislasi telah membuat sejarah bagi Bangsa dan…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Industri Rumahan sebagai Percontohan Pembangunan Ekonomi Perempuan (119)

Bali (16/09) – Perekonomian Indonesia sebagian besar didukung oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkontribusi terhadap Produk Domestik…
Siaran Pers, Senin, 16 September 2019

Raih Kategori Nindya, 3 Kab/Kota ini Jadi Tuan Rumah Media Trip KLA 2019 (101)

Kota Semarang, Kabupaten Sleman, dan Kota Balikpapan terpilih menjadi tuan rumah Media Trip Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2019