Belajar dari Sebuah Film "Ocean Heaven"

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1063 Kali
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
Linda Amalia Sari Gumelar di dampingi Deputi 4, Puspito
dan Staf Khusus, Titien Pamudji menghadiri acara Nonton Bersama
" Ocean Heaven" di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail
Jakarta (27/4), Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar, Kelompok Peduli Penanganan dan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (K3PiK) dam Ikatan Perempuan Profesional menghadari kegiatan nonton bersama film dengan judul "Ocean Heaven" di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail.
 
"Kegiatan ini menunjukkan komitmen dari Kementerian, K3PiK dan Ikatan Perempuan Profesional untuk melakukan sesuatu yang dikhususkan kepada Anak Berkebutuhan Khusus sebagai salah satu kegiatan dalam memperingati Hari Anak, 23 Juli mendatang", ujar Linda Gumelar seusai menonton film.
 
Film "Ocean Heaven" bercerita tentang  tentang seorang orang tua tunggal, ayah bernama Wang yang memiliki anak autis berumur 21 tahun bernama Dafu. Wang sendiri sedang mengidap penyakit kanker yang cukup parah. Sadar akan usianya yang tidak panjang lagi. Wang berusaha mencarikan tempat yang mau menerima dan merawat Dafu. Wang berkewajiban dengan mendidik Dafu untuk dapat bertahan hidup setelah dia meninggal nanti.
 
Acara ini dihadiri oleh kurang lebih 400 0rang. Dimana yang mengikuti acara ini sebagian besar adalah keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Diharapkan acara ini dapat memberikan semangat kepada keluarga tersebut dan agar kehidupan bagi anak yang berkebutuhan khusus menjadi lebih baik.
 
"Saat ini masyarakat yang mendiskriminasikan anak-anak yang berkebutuhan khusus. Selain itu di Indonesia sendiri, belum ada UU tentang konsumen sehingga banyak tumbuh terapi-terapi untuk anak berkebutuhan khusus yang menjamur, namun tidak terbukti kebenarannya." kata A. Kasandra Putranto, salah seorang penggagas forum K3PiK.(HM)
Foto Terkait:
"Ocean Heaven"
Suasana di dalam Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail, sebelum film dimulai
Meneg PP - Pa, Linda Amalia Sari Gumelar berdiskusi dengan
Deputi 4 Bidang Perlindungan Anak, Puspito
Foto : Hasaumi Mayaranti / Humas KPP - PA

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Ruang Bermain Ramah Anak Dorong Terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (22)

Jakarta (25/4) - Untuk mempercepat terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak, dimana salah satu indikatornya yaitu pembangunan dan pengembangan
Siaran Pers, Kamis, 25 April 2019

Permasalahan Perempuan dan Anak Harus Ditangani Bersama! (25)

Perempuan dan anak saat ini masih menjadi kelompok masyarakat yang tertinggal di berbagai aspek pembangunan, padahal kesetaraan gender harus menjadi…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

Kolaborasi dan Sinergi dalam Pembangunan PPPA Era 4.0 (219)

Kab. Tangerang, Banten (24/4) – Pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di era revolusi industri 4.0 memberikan peluang besar sekaligus…
Siaran Pers, Rabu, 24 April 2019

PEMERINTAH PERCEPAT KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK MELALUI PUSPA  (91)

Tangerang (23/04) - Pemerintah mengajak masyarakat luas untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak karena pemerintah tidak sanggup bekerja…
Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (244)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…