Dari Pemimpin Tunas Muda Impian Bangsa Hingga Pemimpin Impian Kota/Kabupaten Bagi Anak Berkumpul

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1562 Kali
Meneg PP - PA Memberikan Penghargaan Kepada Bupati / Walikota Atas Prestasinya Terhadap Pemenuhan Hak - Hak Anak
Sabtu, 23 Juli 2011
Foto : Eti Sri Nurhayati /Dian Ekawati /Anthony Firdaus
JAKARTA - 23/7, Sore itu tepat pukul 16.00 WIB berlokasi di Salah Satu Lounge di Plasa Senayan, berkumpul para pemimpin kota/kabupaten dari seluruh Indonesia. Mereka adalah Bupati dan Walikota yang hingga saat ini mampu memenuhi hak-hak anak dalam dimensi wilayah melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak, atau sering dikenal dengan KLA. Meskipun belum ada yang bisa disebut dengan Kota Layak Anak, tetapi mereka mampu membuat wilayah kabupaten/kotanya menuju Layak Anak.
 
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberikan penghargaan kepada Bupati/Walikota atas upaya-upaya dan langkah-langkah nyata yang dilakukan oleh kabupaten/kota dalam memenuhi hak-hak anak Indonesia, yang diberikan langsung oleh Meneg PP - PA, Linda Amalia Sari Gumelar. Penghargaan KLA kali ini dikelompokkan ke dalam 5 kategori, yaitu: KLA, Utama, Nindya, Madya, dan Pratama.
Meskipun tahun ini belum ada kabupaten/kota yang berhasil mencapai kategori tertinggi KLA dan Utama. Namun beberapa Kota/Kabupaten mampu meraih penghargaan pada kategori sbb:
1. Pada kategori Nindya:  Kabupaten Badung, Kabupaten Rembang, dan Kota Surabaya
2. Pada kategori Madya: Kota Denpasar, Kabupaten Tulung Agung, Kota Surakarta, dan Kota Sukabumi
3. Pada kategori Pratama: Kabupaten Brebes, Kota Pontianak, Kabupaten Deli Serdang
 
Selain itu, diberikan pula penghargaan khusus berupa inovasi pengembangan KLA, yaitu:
1. Kabupaten Grobogan, untuk Kebijakan Daerah mengenai Perlindungan Anak Berkebutuhan Khusus
2. Kabupaten Sleman, untuk Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Seni Budaya
3. Kabupaten Kebumen, untuk Peranserta Masyarakat Sipil dalam Perlindungan Anak
 
Selain itu, terdapat pula penghargaan kepada para Bupati/Walikota yang telah melakukan pemenuhan hak sipil anak dalam upaya pembuatan Kebijakan Daerah Akta Kelahiran Anak Bebas Bea. Hingga saat ini sudah mencapai 264 kabupaten/kota yang berpartisipasi. "Saya sangat mengapresiasi hal ini karena anak yang hendak kita lindungi adalah anak-anak kita, anak-anak bangsa yang tidak boleh dikotak-kotakkan berdasarkan suku, agama, ras ataupun kedaerahan", ucap Linda dalam sambutannya.
 
Disambung kemudian, Linda memberikan penghargaan kepada 6 (enam) anak-anak kita yang terpilih dari seluruh Indonesia sebagai Tunas Muda Pemimpin Indonesia (TMPI) Tahun 2011. Program ini merupakan kerjasama yang berkelanjutan antara KPP-PA dengan UNICEF Indonesia dan akan terus dikembangkan sebagai salah satu model implementasi kebijakan partisipasi anak dalam pembangunan.
 
Berikut adalah 6 tunas muda yang mendapatkan penghargaan, yaitu:
1. Nitia Agustina Kala Ayu dari  Nusa Tenggara Barat
2. Wanda Leksmana dari Sumatera Barat
3. Erma Setyo Wienari dari Daerah Istimewa Yogyakarta
 
Selain itu, penghargaan Tunas Muda Pemimpin Indonesia menurut kategori juga diberikan kepada:
1. Ahmad Adam Syaifullah dari Kalimantan Timur untuk kategori minat di bidang Lingkungan Hidup
2. Sang Made Lanang Prasetya dari Bali untuk kategori minat di bidang Kelompok Marjinal
3. Yesika Novita Lintang Gumilang dari Jawa Timur untuk kategori minat di bidang Gender
 
" Mereka telah terpilih menjadi yang terbaik dan telah menyisihkan 187 calon lainnya dari seluruh Indonesia " sambut Linda dengan memandang ramah para pemenang anugerah. Sesuatu yang dihargai ini menjadi prestasi dan motivasi bagi anak-anak Indonesia, selain senyum polos dan ceria, mereka adalah tunas muda yang mampu berpikir kritis dan cerdas bagi pembangunan Indonesia. (HM)
Foto - Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 20 Februari 2020

Fungsi Ditambah, DPR RI Dorong Tambahan Anggaran Kemen PPPA (58)

Dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan untuk menambah fungsi…
Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (123)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (41)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (20)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017