Pertama di Indonesia, Ruang ASI di Terminal Bus

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1668 Kali

Meneg PP & PA Linda Amalia Sari Gumelar tengah berbincang dengan seorang ibu di Ruang Pojok ASI seusai meresmikan Ruangan Pojok ASI di Terminal Bus Tirtonadi, Solo Kamis sore (30/6).
Teks dan Foto: Anthony Firdaus / Humas Meneg PP & PA


[SOLO] Untuk pertama kalinya di Indonesia, di terminal bus disediakan ruangan untuk menyusui. Ruangan yang disebut pojok ASI ini adanya di Terminal Tirtonadi Solo,Jawa Tengah.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PPPA) Linda Amalia Sari Gumelar saat meresmikan Pojok ASI tersebut di Solo,Kamis (30/6), menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Dinas Perhubungan daerah setempat yang menyediakan tempat layak bagi para ibu untuk menyusui bayinya di area terminal.

Menurutnya, ASI merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang secara optimal, dan hak ibu juga untuk menyusui anaknya.

"ASI dapat membentuk perkembangan intelegensia,rohani dan perkembangan emosional. Sebab dalam dekapan ibu selama disusui bayi bersentuhan langsung dengan ibu sehingga mendapatkan kehangatan, kasih sayang dan rasa aman," ucap Linda dalam sambutannya.

Ia mengatakan, ASI telah terbukti mempunyai keunggulan yang tidak dapat digantikan oleh susu manapun, karena mengandung zat gizi yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat. Bahkan, katanya, ketika bayi sakit pun kandungan ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

Sayangnya, menurut Linda, perkembangan pemberian ASI di Indonesia saat ini sangat memperihatinkan. Kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI masih rendah. Hal ini terlihat dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 yang menunjukan presentase bayi menyusu ekslusif sampai 6 bulan hanya 15,3 persen.

Padahal, kata dia, ASI mengandung mineral dan enzim untuk pencegahan penyakit antibody yang lebih efektif dibandingkan dengan kandungan dalam susu formula.

Permasalahan masih rendahnya pemberian ASI di Indonesia, antara lain karena faktor sosial budaya, kurangnya pengetahuan ibu hamil, keluarga dan masyarakat akan pentingnya ASI. Selain itu jajaran kesehatan pun belum mendukung sepenunya pemberian ASI tersebut.

Institusi yang mempekerjakan karyawan perempuan pun belum memberikan tempat dan kesempatan bagi ibu menyusui di tempat kerja, demikian pula di sarana umum seperti pusat pembelajaan dan pasar tradisional.

"Saya berharap inisiatif ini bisa ditiru oleh terminal atau tempat umum lainnya. Saya juga minta fasilitas pemerintah ini dijaga kebersihannya dan dipantau penggunaannya serta awasi pemeliharaannya," katanya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama Meneg PP & PA juga memberikan apresiasi tinggi untuk pemda setempat yang telah mencanangkan area bebas rokok di terminal bus. Menurut Linda, penelitian ilmiah membuktikan bahwa asap rokok mmengandung lebih dari 7.000 jenis senyawa kimia. Sekitar 400 di antaranya merupakan zat beracun, dan 69 jenis zat golongan penyebab kanker.

Orang yang tidak merokok, katanya, tetapi menghisap asap rokok mempunyai resiko yang sama dengan perokok. Perempuan yang tinggal bersama perokok mempunyai resiko tinggi terkena kanker payudara. [sumber: suarapembaruannews.com]

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 15 Juli 2020

Menteri Bintang: Mari Kita Kawal Pengesahan RUU PKS (19)

Jakarta (15/07) -  Penarikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) dari daftar Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2020, mengejutkan banyak pihak.…
Siaran Pers, Rabu, 15 Juli 2020

Upaya-Upaya Pencegahan Praktik Sunat Perempuan Menjadi Tanggung Jawab Bersama (59)

"Dulu saya menganggap sunat perempuan adalah suatu kewajiban yang harus saya laksanakan."
Siaran Pers, Selasa, 14 Juli 2020

Suara Anak Indonesia : Lindungi Kami, Patuhi Protokol Kesehatan! (139)

Sekitar 40 perwakilan anak terdampak Covid-19, anak positif Covid-19, serta anak dengan orangtua sebagai tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia melakukan…
Siaran Pers, Senin, 13 Juli 2020

Menteri Bintang Dukung Pengesahan RUU Perlindungan PRT  (34)

Jakarta (13/07) – Diskriminasi dan stigmatisasi terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dalam bentuk apapun harus segera dihentikan. Terutama anggapan bahwa…
Siaran Pers, Minggu, 12 Juli 2020

HAN 2020: Menteri PPPA Apresiasi Sinergi Dinas PPPA di Daerah dalam Pemberian Serentak Paket Pemenuhan Kebutuhan Spesifik Anak (148)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi tinggi kepada Dinas PPPA di provinsi dan kabupaten/kota yang…