Meneg PP dan PA Linda Amalia Sari Gumelar memberikan penghargaan prestisius

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2452 Kali

PETISI "STOP TRAFFICKING OF CHILDREN & YOUNG PEOPLE"
PHOTO: DIAN EKAWATI / HUMAS KPP - PA


Jakarta, 26 Juli 2011 dilaksanakan serah terima 210.176 petisi "Stop Trafficking of Children and Young People, dari ECPAT Indonesia kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Di Indonesia diperkirakan 100.000 anak dan perempuan diperdagangkan untuk tujuan seksual setiap tahunnya dan 30 persen dari perempuan yang bekerja untuk pelacuran di Indonesia berusia di bawah 18 tahun dimana secara khusus diperkirakan 40.000-70.000 anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual komersial. Melihat seriusnya masalah perdagangan seks anak, ECPAT Internasional menginisiasikan "STOP The Trafficking of Children and Young People". Kampanye ini merupakan kampanye global yang masih berlangsung hingga saat ini.

Berikut kutipan sambutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak:

"Penggalangan petisi sebagai salah satu strategi untuk mendorong pemerintah agar melakukan upaya yang lebih dalam penanganan perdagangan orang, khususnya perdagangan anak dan kaum muda, berisi tiga tuntutan yakni

  • Segera mengintegrasikan konvensi PBB untuk anak dan remaja ke dalam perundang-undangan di Indonesia;
  • Memberikan informasi dan pendidikan untuk masyarakat luas; dan
  • Menyediakan bantuan untuk rehabilitasi korban perdagangan anak dan remaja.

Namun demikian, dalam upaya untuk memberikan perlindungan kepada anak dan kaum muda (remaja) dari kejahatan perdagangan orang, khususya untuk tujuan seksual, sudah banyak program/aksi yang dilakukan pemerintah dan lembaga negara lainnya."

Petisi yang berhasil dikumpulkan dari publik ini langsung diserahkan kepada Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Ibu Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP. Petisi yang berjumlah 210.176 tersebut merupakan simbol dan dukungan betapa besarnya perhatian publik untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia dari bahaya eksploitasi seksual anak. (ILM).

Foto Terkait:

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…