Lindungi Indonesia dan Anak-anak dari Ganja

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2131 Kali

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan wacana untuk melegalisasi tanaman ganja di Tanah Air hanya akan menimbulkan masalah baru sehingga gagasan ini harus ditolak.

"Saya mengajak semua pihak untuk berpikir jernih, banyak masalah yang harus kita ciptakan, jangan menimbulkan masalah baru," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar saat melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta, Kamis Pagi [19/5].

Linda Gumelar melakukan kunjungan kerja ke Yogyakarta dalam rangka membuka Rapat Teknis Pengarusutamaan Gender Tahun 2011. Ia menjelaskan, unsur adiktif yang bisa ditimbulkan ganja sangat tinggi sehingga bisa merusak kesehatan bila dipergunakan.
"Penggunaan ganja yang disalahgunakan bisa menimbulkan adiksi sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan," katanya. Dengan demikian, Menteri mengkhawatirkan legalisasi ganja nantinya bisa berpengaruh buruk pada anak-anak.

"Kenapa harus dilegalkan jika nantinya malah berbahaya bagi kesehatan dan membahayakan kesehatan?. Saya menolak keras wacana tersebut," katanya. Menurut Menteri, ganja yang dilegalkan bisa mengakibatkan banyak anak Indonesia ingin mencoba dan kemudian menyalahgunakannya.

"Anak-anak itu rasa penasarannya tinggi, jika mereka tahu ganja dilegalkan maka mereka akan penasaran untuk mencoba dan menyalahgunakannya," katanya.

Menteri mengaku sangat khawatir jika nantinya pengaruh adiksi ganja yang berbahaya merusak anak-anak Indonesia. "Karena itu , saya menolak keras wacana apa pun yang ingin melegalisasi ganja di Indonesia. Saya ingin semua pihak mengutamakan kepentingan anak dan melindungi anak Indonesia dari bahaya adiksi ganja," katanya.

Sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menyuarakan perlunya legalisasi tanaman ganja di Indonesia dengan menggelar aksi Global Marijuana March [GMM0] 2011.

Sampai saat ini, baru Belanda yang melegalkan ganja sementara di Indonesia tanaman bernama latin Cannabis Sativa itu dilarang berdasarkan Undang-Undang No. 35 tentang Narkotika tahun 2009 digolongkan sebagai narkotika kelas satu. [sumber: antaranews]

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Dorong Satuan Pendidikan Semakin Ramah Anak dan Remaja ( 51 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendorong satuan pendidikan semakin empatik dan ramah terhadap anak dan remaja sebagai…

Siaran Pers, Jumat, 09 April 2021

Kemen PPPA Rampungkan Verifikasi Calon Penerima Anugerah Parahita Ekapraya 2020 ( 118 )

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah selesai melaksanakan verifikasi lapangan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020 terhadap…

Siaran Pers, Kamis, 08 April 2021

Menteri Bintang: Perempuan Tulang Punggung Pemulihan Sosial Ekonomi ( 81 )

Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan perempuan menjadi tulang punggung pemulihan kondisi sosial dan…

Siaran Pers, Rabu, 07 April 2021

Perempuan dalam Pusaran Terorisme, Harus Dicegah Bersama ( 117 )

Jakarta (07/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Siaran Pers, Selasa, 06 April 2021

Perempuan Bangga Berkebaya, Pemersatu Identitas Budaya Bangsa  ( 138 )

Asisten Deputi Peningkatan Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Kemasyarakatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nyimas Aliah menuturkan kebaya…