Tidak Mampu Biaya Bersalin, Ibu Disandera

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1246 Kali

Yuliana, 32, warga Desa Pangerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, disandera di Puskesmas Bandar Kedungmulyo gara-gara tidak melunasi biaya persalinan.

Sejak melahirkan Jumat (20/11) hingga kemarin, dia bersama buah hatinya serta suaminya, Darmaji, tidak diperbolehkan meninggalkan puskesmas sebelum membayar Rp600 ribu. Seharusnya mereka pulang ke rumah pada Sabtu (21/11).

Darmaji mengaku sudah berkali-kali bernegosiasi dengan pihak puskesmas agar memberikan kelonggaran waktu pembayaran. Sikap puskesmas melunak setelah penyanderaan tersebut ramai diberitakan media massa. Biaya pun diturunkan menjadi Rp 490 ribu.

Mereka baru bisa pulang setelah sejumlah tetangga menyumbang dana persalinan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Suprianto mengatakan pasien yang tidak menunjukan kartu keluarga miskin, dianggap mampu.


Sumber:

  • Tidak Bayar Biaya Bersalin, Ibu Disandera (Media Indonesia, 25/11)
  • Ibu dan Bayinya Bebas Setelah Empat Hari Disandera (Koran Tempo, 25/11)
  • Tak Lunas Bayar Persalinan, Ibu Bayi Disandera (Seputar Indonesia, 25/11)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 28 Januari 2020

Menteri PPPA : Orangtua, Pahami dan Diskusikan Media Sosial dengan Anak (81)

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian, diantaranya Polda Metro Jaya dan Polres…
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

APA SAJA HAK ANAK ATAS KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN? (30)

APA SAJA HAK ANAK ATAS KESEHATAN DASAR DAN KESEJAHTERAAN?
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

APA ITU KAMPUNG ANAK SEJAHTERA? (27)

APA ITU KAMPUNG ANAK SEJAHTERA?
Iklan Layanan Masyarakat, Selasa, 28 Januari 2020

SEPERTI APA PELAYANAN RAMAH ANAK DI PUSKESMAS..?? (26)

SEPERTI APA PELAYANAN RAMAH ANAK DI PUSKESMAS..??
Siaran Pers, Senin, 27 Januari 2020

Pembentukan UPTD PPA Merupakan Urusan Wajib Pemerintah Daerah (140)

“Urusan perlindungan perempuan dan anak merupakan urusan wajib, karena menyangkut 90,87 juta perempuan dan sekitar 80 juta anak dengan jumlah…