Tidak Mampu Biaya Bersalin, Ibu Disandera

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 1103 Kali

Yuliana, 32, warga Desa Pangerwojo, Kecamatan Perak, Jombang, Jawa Timur, disandera di Puskesmas Bandar Kedungmulyo gara-gara tidak melunasi biaya persalinan.

Sejak melahirkan Jumat (20/11) hingga kemarin, dia bersama buah hatinya serta suaminya, Darmaji, tidak diperbolehkan meninggalkan puskesmas sebelum membayar Rp600 ribu. Seharusnya mereka pulang ke rumah pada Sabtu (21/11).

Darmaji mengaku sudah berkali-kali bernegosiasi dengan pihak puskesmas agar memberikan kelonggaran waktu pembayaran. Sikap puskesmas melunak setelah penyanderaan tersebut ramai diberitakan media massa. Biaya pun diturunkan menjadi Rp 490 ribu.

Mereka baru bisa pulang setelah sejumlah tetangga menyumbang dana persalinan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang Suprianto mengatakan pasien yang tidak menunjukan kartu keluarga miskin, dianggap mampu.


Sumber:

  • Tidak Bayar Biaya Bersalin, Ibu Disandera (Media Indonesia, 25/11)
  • Ibu dan Bayinya Bebas Setelah Empat Hari Disandera (Koran Tempo, 25/11)
  • Tak Lunas Bayar Persalinan, Ibu Bayi Disandera (Seputar Indonesia, 25/11)

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (15)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (26)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (45)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…