Membangun Sinergi Melalui Forum Konsultasi Nasional

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 4475 Kali
...

Sebagai upaya untuk meningkatkan koordinasi pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) RI melalui Biro Perencanaan telah melaksanakan Forum Konsultasi Nasional Perencanaan Program Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 29 Juni s.d. 01 Juli 2015. Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Savero Golden Flower Bogor ini dihadiri oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak seluruh Indonesia.

Kegiatan dibuka langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ibu Yohana Susana Yembise. Dalam pidato pembukaannya, Ibu Yohana menegaskan bahwa ‘’acara ini merupakan bentuk upaya sinergi program dan kegiatan yang dibiayai oleh dana dekonsentrasi KPP-PA tahun 2015’’

‘’koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah mutlak dilakukan untuk membangun sinergi dan menciptakan langkah nyata dan efektif terkait pencegahan dan penanganan isu perempuan dan anak di Indonesia’’. Kata Ibu Yohana

Lebih lanjut, Ibu Yohana juga menyampaikan bahwa ‘’Saat ini, kita mengalami darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga langkah nyata pencegahan dan penanganan isu ini harus segera dilaksanakan. Inilah kemudian yang menjadi pertimbangan bahwa dana dekonsentrasi 2015 KPP-PA fokus pada penguatan kelembagaan institusi P2TP2A di daerah’’

Dalam keterangan terpisah, Sekretaris Kementerian PP-PA, Bapak Wahyu Hartomo menyatakan bahwa tingginya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dikarenakan masih lemahnya koordinasi antar institusi terkait baik dalam upaya pencegahan, penanganan maupun pemulihan korban kasus tersebut. Selain itu keterbatasan modal sosial dan akses akan sumber daya juga disinyalir menjadi pemicu kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 tiga) hari penuh ini juga diisi dengan paparan narasumber dari Bappenas dan Kementerian Keuangan yang menegaskan bahwa pembangunan isu gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak menjadi prioritas dalam agenda pembangunan lima tahun ke depan. Meskipun demikian, anggaran yang terbatas menjadikan institusi yang menangani program ini harus pandai-pandai menetapkan skala prioritas dari kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan dan melakukan advokasi lebih kuat baik kepada Bappenas, Kementerian Keuangan maupun kepada DPR. Pada hari ketiga, para peserta yang dibagi menjadi beberapa kelompok membuat rancanangan program dan kegiatan yang bersumber dari dana dekonsentrasi KPP-PA tahun 2015 dengan didampingi oleh Asisten Deputi di lingkungan KPP-PA yang ditunjuk. Acara kemudian diakhiri dengan pendatanganan pakta integritas dan perjanjian kinerja antara para Kepala Badan PP-PA dari seluruh Indonesia dengan Menteri PP-PA.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 01 Juni 2019

Mama Yo: Pilih Transportasi Aman Demi Keselamatan Anak dan Perempuan! (240)

Jakarta (01/06) - Sudah 2 jam Suci (51) bersama anak dan cucu - cucunya menunggu Kereta Api Serayu jurusan Cilacap…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Upaya Pemerintah Kabupaten Sorong dalam Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak (143)

Dalam Pemenuhan Hak Anak, Negara bertanggung jawab untuk memastikan semua anak mendapat hak dasar seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orang Tua Asuh, Kemen PPPA Pastikan Perlindungan dan Hak Anak (228)

Kabar duka kembali menghampiri salah satu anak Indonesia di Depok, Jawa Barat. CA (11 tahun) terbaring di RS Fatmawati Jakarta…
Siaran Pers, Kamis, 30 Mei 2019

Pengasuhan dan Pendidikan sebagai Ujung Tombak Perlindungan Anak (178)

Di tengah – tengah panggung fashion show pada acara amal bertajuk “Share Our Love With Rumah Belajar Miranda”, Menteri Pemberdayaan…
Dokumen Kinerja, Selasa, 28 Mei 2019

LAKIP DEPUTI TKA 2018 (82)

LAKIP DEPUTI TKA 2018