Menteri PP dan PA Kunjungi Lokasi Pengungsi Eks Gafatar

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 3825 Kali

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise hari ini mengunjungi lokasi pengungsi eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang telah dipulangkan dari beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat yang saat ini ditempatkan di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur. Hingga Senin, 1 Februari 2016 pengungsi yang berada di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur berjumlah 432 orang yang terdiri dari 246 orang laki-laki dan 186 orang perempuan. Mereka berasal dari sejumlah daerah, yakni Medan, Jawa Tengah, Riau, Palembang, dan Jawa Barat. Selain ingin memastikan kondisi perempuan dan anak-anak, dalam kesempatan tersebut Menteri Yohana memberikan bantuan berupa peralatan bayi dan sejumlah kebutuhan perempuan yang dapat digunakan selama mereka berada di pengungsian.

“Kehadiran saya ke lokasi ini karena ingin memastikan kondisi perempuan dan anak-anak pasca kepulangan mereka dari Provinsi Kalimantan Barat. Saya ingin mereka mendapatkan kondisi dan suasana yang aman dan nyaman, tidak mengalami kekerasan, dan diskriminasi untuk meminimalisasi dampak traumatis yang dialami,” ujar Menteri Yohana di Cibubur, Jakarta Timur (2/2).

Menteri Yohana mengatakan pihaknya saat ini telah bekerjasama dan berkoordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait untuk melakukan pendataan secara akurat, terkait latar belakang keluarga, pekerjaan, pendidikan, dan status sosial guna mendapatkan penanganan yang maksimal. Dari hasil kunjungannya ke lokasi pengungsian, Menteri Yohana mendapati sebagian besar pengungsi merupakan anak-anak. Oleh karena itu, setelah mendapatkan data yang akurat, Menteri Yohana akan berkoordinasi dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat memberikan akses pendidikan / agar anak-anak dapat kembali bersekolah setelah kembali ke kampung halaman mereka. Sementara itu untuk kaum perempuan, Menteri Yohana akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Usaha Kecil dan Menengah untuk dapat memberikan kesempatan dan bantuan untuk usaha kecil dan menengah.

Lebih jauh Menteri Yohana menjelaskan Kementerian PP dan PA telah bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat untuk memberikan pendampingan dan pengawalan trauma healing, khususnya kepada para perempuan dan anak. “Perlindungan dan pendampingan, baik secara fisik dan psikologis menjadi prioritas yang harus dilakukan agar korban tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pemda setempat telah membantu mendatangkan para psikolog untuk memberikan trauma healing di shelter, terutama bagi kaum perempuan dan anak-anak,” tutup Menteri Yohana mengakhiri pembicaraan.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 19 April 2021

Menteri Bintang Dorong Anak Dilibatkan  dalam Musrenbang ( 3 )

Jakarta (18/04) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus mendorong peningkatan partisipasi anak di dalam setiap proses pembangunan

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 78 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 37 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 56 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 84 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…