Menteri Yohana Hadir Pada Festival Dauh Pekeh di Tabanan, Bali

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 2960 Kali

Menteri PP-PA, Yohana Yembise yang didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, disambut oleh warga Bali saat menghadiri acara Festival Dauh Peken Di Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali (01/3)

 

Menteri PP dan PA, Yohana Susana Yembise didampingi Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, menghadiri acara Festival Dauh Peken di Desa Dauh Peken, Tabanan, Bali. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Badan PP dan KB Provinsi Bali, Ni Luh Putu Praharsini, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Rai Sanjaya, Camat Tabanan, I G A N Supartiwi, Kepala Desa Dauh Peken, I Komang Sana Yoga, Panitia Acara, Agung Wirasuta dan Ani Wirasuta selaku penggagas Gerakan Bali Membaca.

Festival Dauh Peken merupakan media aspirasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa, dengan melibatkan anak-anak sampai dengan orang tua. Festival yang baru pertama kali diadakan ini bertujuan untuk memberikan spirit dan semangat bagi warga desa untuk berkarya. Festival ini terselenggara atas kerjasama pemerintah desa dengan masyarakat. Harapannya melalui kegiatan ini mampu memunculkan energi positif untuk membangun desa lebih baik, menuju masyarakat SADU (sejahtera, aman, damai dan unggul).

“Budaya di Indonesia sangat luarbiasa, budaya dan bahasa bisa menjadi satu karena kita memiliki Bhineka Tunggal Ika, seperti acara festival yang dilakukan di Dauh Peken ini sangat luar biasa,  acara festival seperti ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.  “Saya jarang melihat di desa-desa membuat festival seperti ini, acara ini bisa dibuat model untuk dilakukan di desa–desa lain di seluruh Indonesia”, ungkap Menteri PP-PA.

Pada kesempatan ini, kabupaten Tabanan juga mengkampanyekan Gerakan Bali Membaca yang diikuti oleh anak-anak SD se-Bali. Membaca merupakan salah satu media belajar yang sangat efektif di dunia pendidikan dan merupakan gerbang informasi yang akan membuka wawasan dan cakrawala ilmu yang pada akhirnya akan mempengaruhi pola berfikir dan bertindak seseorang.

Yohana mengatakan, lingkungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan minat anak untuk membaca dan menghimbau untuk memberikan bacaan kepada anak-anak sesuai dengan umur mereka. Membaca memberikan banyak dampak positif antara lain, anak akan mampu berpikir lebih kritis dan dapat membangun karakter positif, yang selanjutnya akan mampu bersaing dalam pasar lokal dan global.

“Saya berharap festival ini menginspirasi kita semua khususnya instansi Pemerintah Daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para orang tua dan keluarga, untuk lebih memperhatikan tumbuh kembang anak sejak usia dini, sehingga visi anak Indonesia dapat tercapai, yaitu anak Indonesia yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan cinta tanah air. Dan tentunya, juga meningkatkan kualitas perempuan di Kabupaten Tabanan dan di Bali pada umumnya ”, pungkas Menteri.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 01 Juni 2019

Mama Yo: Pilih Transportasi Aman Demi Keselamatan Anak dan Perempuan! (235)

Jakarta (01/06) - Sudah 2 jam Suci (51) bersama anak dan cucu - cucunya menunggu Kereta Api Serayu jurusan Cilacap…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Upaya Pemerintah Kabupaten Sorong dalam Percepatan Kepemilikan Akta Kelahiran Anak (139)

Dalam Pemenuhan Hak Anak, Negara bertanggung jawab untuk memastikan semua anak mendapat hak dasar seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 31 Mei 2019

Anak Yatim Piatu Dianiaya Orang Tua Asuh, Kemen PPPA Pastikan Perlindungan dan Hak Anak (221)

Kabar duka kembali menghampiri salah satu anak Indonesia di Depok, Jawa Barat. CA (11 tahun) terbaring di RS Fatmawati Jakarta…
Siaran Pers, Kamis, 30 Mei 2019

Pengasuhan dan Pendidikan sebagai Ujung Tombak Perlindungan Anak (176)

Di tengah – tengah panggung fashion show pada acara amal bertajuk “Share Our Love With Rumah Belajar Miranda”, Menteri Pemberdayaan…
Dokumen Kinerja, Selasa, 28 Mei 2019

LAKIP DEPUTI TKA 2018 (79)

LAKIP DEPUTI TKA 2018