Press Release : Menteri PP Dan PA Himbau Perempuan Dan (Anak) Waspada Terhadap Gerakan Radikal

  • Dipublikasikan Pada : Kamis, 21 Januari 2016
  • Dibaca : 955 Kali


 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA HIMBAU PEREMPUAN DAN (ANAK) WASPADA TERHADAP GERAKAN  RADIKAL

Siaran Pers Nomor: 5 /Humas KPP-PA/01/2016

Jakarta (21/1) – Beberapa pekan terakhir masyarakat dikejutkan oleh sejumlah pemberitaan di media massa dan meningkatnya laporan masyarakat kepada pihak kepolisian karena kehilangan anggota keluarganya. Kejadian ini bersamaan dengan pemberitaan tentang munculnya gerakan radikal yang cukup meresahkan masyarakat. Perempuan dan anak tidak luput menjadi salah satu kelompok yang menjadi sasaran / target dari munculnya gerakan radikal ini.

  

 “Menyikapi berita yang berkembang di media massa dan kasus-kasus yang terjadi di masyarakat tentang munculnya gerakan-gerakan radikal (khususnya keterkaitannya dengan isu perempuan dan anak), saya lebih melihat dari sisi pengaruh yang disebarluaskan kepada masyarakat, dimana banyak perempuan dan anak menjadi salah satu sasaran atau target, sehingga mereka pun menjadi korban dari gerakan ini,” ujar Menteri Yohana.

 

Oleh karena itu, Menteri Yohana menghimbau hal-hal sebagai berikut :

  1. Kepada masyarakat (khususnya kaum perempuan) untuk meningkatkan kewaspadaan dini/ early warning system apabila ada tawaran/iming-iming untuk bergabung dalam organisasi tertentu yang belum dikenal;
  2. Kepada para orangtua agar lebih ketat dalam melakukan pengawasan dan komunikasi yang baik kepada anak-anaknya agar terhindar dari pengaruh sebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
  3. Kepada masyarakat untuk berperan aktif dan waspada apabila menemukan indikasi-indikasi masuknya paham-paham baru yang dibungkus dengan berbagai modus yang berkedok dana-dana sosial untuk kepentingan masyarakat;
  4. Perlunya upaya untuk segera melakukan pendampingan, pemulihan, dan rehabilitasi bagi perempuan dan anak yang sudah terlanjur menjadi korban, jangan ada stigmatisasi dan pengucilan kepada korban;
  5. Terakhir adalah penguatan ketahanan keluarga sebagai benteng dalam mencegah segala bentuk pengaruh negatif yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

            “Mari kita bersama-sama mencegah agar gerakan-gerakan radikal tidak lagi tumbuh dan bermunculan di Indonesia dan kembali kepada nilai-nilai kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa,” pungkas Menteri Yohana.

 

 

    HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (39)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (45)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Nextgen Networking, Wadah Jejaring Mahasiswa Peduli Perlindungan Anak (33)

Jakarta (19/09) – Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Wilayah Barat, Albaet Pikri
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

Didik dan Lindungi Anak adalah Kepuasan Batin (56)

Anak itu, akan menjadi apa nantinya ya tergantung orang tua mereka"
Siaran Pers, Kamis, 19 September 2019

INDONESIA MILIKI 117 PUSPAGA SEBAGAI UNIT LAYANAN PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (240)

Sejak diinisiasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2016, Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) hingga tahun ini…