Press Release : Tolak Kampanye / Promosi LGBT Terutama Kepada Anak-Anak

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 16 Februari 2016
  • Dibaca : 1314 Kali

 

KEMENTERIAN

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK

REPUBLIK INDONESIA

 

PRESS RELEASE

 

MENTERI PP DAN PA : TOLAK KAMPANYE / PROMOSI LGBT TERUTAMA KEPADA ANAK-ANAK

Siaran Pers Nomor: 16 /Humas KPP-PA/2/2016

Jakarta (16/2) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise menyatakan menolak berkembangnya fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), terutama di kalangan anak-anak. Menteri Yohana menilai kampanye / promosi / modus melalui situs-situs LGBT sudah sangat mengkhawatirkan dan harus segera dihentikan demi melindungi masa depan anak-anak Indonesia.

 

“Negara Indonesia masih merujuk pada UU Perkawinan yang hanya melegalkan perkawinan berbeda jenis kelamin. Keberadaan LGBT tidak terlepas dari penetrasi dan pengaruh nilai-nilai asing ke Indonesia. Ironisnya, fenomena ini sudah menyebar ke kalangan anak-anak yang banyak mendapat informasi dari media sosial. Oleh karena itu, saya berharap semua pihak mau bekerjasama untuk menghentikan berbagai bentuk kampanye / promosi  terkait LGBT, baik melalui media sosial atau buku-buku bacaan demi melindungi masa depan anak-anak Indonesia,” tegas Menteri Yohana.

 

Lebih jauh Menteri Yohana mengatakan pemahaman masyarakat mengenai LGBT perlu ditingkatkan. Saya menghimbau kepada para orang tua dan guru-guru di sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama ketika mereka menggunakan gadget / mengakses situ-situs terkait LGBT,” tambahnya.

 

Menyikapi hal tersebut, Kementerian PP dan PA pada 2015 telah mengadakan telaahan / kajian bekerjasama dengan Universitas Indonesia dan Research For Human Development (RECONSTRA) terkait isu LGBT. Telaahan / kajian dilakukan diantaranya untuk mengetahui pandangan dari sejumlah kalangan, diantaranya masyarakat umum, mahasiswa, tokoh agama/masyarakat, pekerja, pelaku transgender, dan pelaku LGB (Lesbian, Gay, Biseksual) terkait fenomena LGBT dan persamaan hak mereka di masyarakat. Kementerian PP dan PA juga telah mengadakan kerjasama dengan 23 organisasi keagamaan terdiri dari 6 agama, melalui organisasi tersebut telah dan akan dilakukan beberapa upaya, yakni :

  1. Sosialisasi dan pendampingan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang LGBT supaya dapat mengidentifikasi anaknya yang ada kecenderungan salah satu dari LGBT untuk diarahkan dan dirangkul supaya kembali menjadi normal.
  2. Sektor pendidikan dapat berperan mengenali, melindungi, dan mengembangkan anak didik yang berpotensi LGBT agar mau dan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik sehingga pada akhirnya kelompok LGBT mampu memposisikan diri dalam masyarakat secara elegan, melalui peningkatan kapasitas diri dan status sosial untuk mengurangi stigmatisasi dari masyarakat.
  3. Kelompok LGBT perlu dibina dan dibimbing supaya memahami bahwa mereka adalah memiliki perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran agama dan adat-istiadat di Indonesia, serta meluruskan orientasi seksual dan perilaku yang salah karena Indonesia adalah Negara yang religius, penuh adat-istiadat, dan etika.

 

              

       HUMAS KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : humas.kpppa@gmail.com

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (93)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (36)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (15)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017
Siaran Pers, Minggu, 16 Februari 2020

Kemen PPPA Terjunkan Tim Dampingi Anak Korban Perundungan di Malang (149)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menerjunkan tim untuk menindaklanjuti kasus perundungan yang menimpa pelajar SMPN 16 Malang,…