Menteri Yohana Junjung Tinggi Kesetaraan Gender

  • Dipublikasikan Pada : Senin, 13 Maret 2017
  • Dibaca : 3613 Kali
...

Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi kesetaraan gender. Hal itu dikatakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise (20/2/2017).

Yohana menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara dalam Networking Function bersama organisasi para Indonesianis Australia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia Perth, Australia, Jumat (17/2/2017) malam. Menurutnya perempuan di Indonesia memegang peranan penting dalam berbagai bidang salah satu contoh kecil adalah adanya sembilan menteri perempuan di kabinet saat ini dan banyaknya perempuan yang menjadi anggota DPR.

Dia juga menyampaikan berbagai prioritas Indonesia dalam penguatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan pelatihan kerja bagi perempuan, menciptakan kota ramah anak, pengaduan terintegrasi dan berbagai peraturan perundang-undangan. "Tantangan utama adalah geografi Indonesia yang terdiri dari beribu pulau. Kita harus bisa menjangkau sampai ke desa-desa,” kata Yohana.

Selain itu mengenai peluang kerja sama dengan berbagai instansi di Australia, Yohanna menilai akan intensif melalui lembaga pendidikan. "Kerja sama pendidikan yang baik sejak dini serta pelatihan keterampilan sangat diperlukan,"

Yohana juga menyampaikan kerja sama seperti pengiriman tenaga kerja di bidang jasa keperawatan dari Indonesia ke Australia juga dapat menjadi peluang yang baik bagi kedua negara. Hal ini disambut baik oleh Indonesianis yang hadir salah satunya Ketua Konsorsium ACICIS, David Hills, yang bertindak sebagai pembawa acara. "Diskusi seperti ini sangat penting dan perlu dimanfaatkan untuk mensinergikan program dan inisiatif yang dilakukan dalam upaya mendekatkan hubungan masyarakat kedua negara," ucap David.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI Perth, Ade Padmo Sarwono, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berbagai organisasi tersebut dalam mendekatkan hubungan Indonesia dengan Australia. Ke depan, diperlukan inovasi agar berbagai kerja sama yang ada menghasilkan dampak yang lebih luas.

Ada dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu peningkatan pembelajaran Bahasa Indonesia di Australia dan peningkatan jumlah siswa Australia yang belajar di Indonesia. "Kesemuanya ini memerlukan dukungan dari para organisasi Indonesianis" ujar Ade Padmo.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan para organisasi Indonesianis untuk menyampaikan programnya untuk Tahun 2017. Seperti BBIP yang berniat untuk menyelenggarakan Festival Film Indonesia, WILTA akan menyelenggarakan kompetisi Bahasa Indonesia dan ACICIS Akan meningkatkan jumlah mahasiswa Australia yang belajar di Indonesia.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (48)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (58)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (45)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (86)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"