Aksi Woman's March Jakarta

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 08 Maret 2017
  • Dibaca : 6327 Kali
...

Aksi ini diselenggarakan dengan baik, ratusan massa yang di dominasi oleh perempuan dengan mengenakan pakaian berwarna merah muda dan ungu bergerak dari jalan Sarinah-Thamrin kearah Taman Pandang Istana Negara. Mereka berorasi sambil membawa poster bertuliskan kalimat tuntutan agar kaum perempuan diberikan hak yang setara dengan laki-laki.

Di terik matahari pada hari itu, Salah satu orator yang memimpin aksi Women’s March di Jakarta berteriak bahwa tubuh perempuan tidak bisa diatur.

Tubuh perempuan bukan properti. Tahu kah kawan-kawan bahwa perempuan merupakan individu yang banyak mendapatkan kekerasan seksual,” teriak sang orator di depan barisan massa.

Menurut Caroline Monteiro selaku Kepala Komite Women’s March Jakarta, ada 33 organisasi yg akan berpartisipasi dalam aksi ini, mulai dari organisasi perempuan sampai ke organisasi lingkungan. Aksi ini berisi delapan tuntutan yang berfokus pada hak-hak yang sama bagi perempuan.

Tuntutan itu mulai dari toleransi dan keberagaman; menghapus kekerasan dan memberikan perlindungan terhadap perempuan; penyamaan hak di berbagai bidang; hingga menghapus diskriminasi kepada minoritas.

"Intinya adalah bahwa kita ingin membuat sebuah forum untuk membahas masalah ini. Setelah ini, kita akan tahu apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di masa depan, "tambah Caroline.

Aksi tersebut tidak hanya diikuti oleh kaum perempuan, tetapi juga laki-laki yang menganggap bahwa peran laki-laki juga penting bagi kesetaraan gender.

Salah satu peserta aksi laki-laki membawa poster yang bertuliskan “Man with quality, is not affraid with Equality” yang artinya adalah, laki-laki yang berkualitas, tidak khawatir untuk di setarakan.

Menanggapi tuntutan-tuntutan yang ada pada Women’s March ini sejalan dengan program 3ENDS yang sedang dijalankan KPPPA. Yang dimana ketiga pilar tersebut adalah

1.     Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

2.     Akhiri Perdagangan Manusia

3.     Akhiri Kesenjangan Ekonomi

Selengkapnya : http://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/view/4

Program ini dibuat, karena KPPPA ingin menjadikan perempuan Indonesia sebagai perempuan yang mandiri, bisa diterima disemua lapisan masyarakat, terhindar dari segala pelecehan dan dapat memajukan bangsa dan negara untuk mencapai target gender equality planet 50:50

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 17 April 2021

Masyarakat dan Anak Bergerak Bersama Lindungi Anak Korban Terorisme ( 39 )

Sesuai Konvensi Hak Anak, setiap anak di Indonesia memiliki hak untuk bertumbuh dengan baik, didengarkan pendapat mereka dan memiliki hak…

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Wujudkan Nusa Tenggara Barat Lebih Ramah Perempuan dan Anak ( 23 )

Sudah banyak praktik baik yang dilakukan oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Siaran Pers, Jumat, 16 April 2021

Resmikan Radio Sekolah Perempuan, Menteri Bintang Dorong Pemberdayaan Perempuan di Lombok Utara ( 43 )

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang pada tahun…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Poligami Tak Sesuai Syariat Berpotensi Rugikan Perempuan  ( 77 )

Jakarta (15/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan sebuah perkawinan bukan hanya mengenai kepentingan individu atau…

Siaran Pers, Kamis, 15 April 2021

Cegah Kekerasan dalam Pengasuhan, Kemen PPPA Sosialisasi E-Learning Pengasuhan Positif ( 90 )

Jakarta (14/04) –  Mendidik anak adalah proses pembelajaran bagi para orangtua dengan harapan tumbuh kembang anak mereka terjaga dengan baik…