Aksi Woman's March Jakarta

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 08 Maret 2017
  • Dibaca : 4853 Kali
...

Aksi ini diselenggarakan dengan baik, ratusan massa yang di dominasi oleh perempuan dengan mengenakan pakaian berwarna merah muda dan ungu bergerak dari jalan Sarinah-Thamrin kearah Taman Pandang Istana Negara. Mereka berorasi sambil membawa poster bertuliskan kalimat tuntutan agar kaum perempuan diberikan hak yang setara dengan laki-laki.

Di terik matahari pada hari itu, Salah satu orator yang memimpin aksi Women’s March di Jakarta berteriak bahwa tubuh perempuan tidak bisa diatur.

Tubuh perempuan bukan properti. Tahu kah kawan-kawan bahwa perempuan merupakan individu yang banyak mendapatkan kekerasan seksual,” teriak sang orator di depan barisan massa.

Menurut Caroline Monteiro selaku Kepala Komite Women’s March Jakarta, ada 33 organisasi yg akan berpartisipasi dalam aksi ini, mulai dari organisasi perempuan sampai ke organisasi lingkungan. Aksi ini berisi delapan tuntutan yang berfokus pada hak-hak yang sama bagi perempuan.

Tuntutan itu mulai dari toleransi dan keberagaman; menghapus kekerasan dan memberikan perlindungan terhadap perempuan; penyamaan hak di berbagai bidang; hingga menghapus diskriminasi kepada minoritas.

"Intinya adalah bahwa kita ingin membuat sebuah forum untuk membahas masalah ini. Setelah ini, kita akan tahu apa yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di masa depan, "tambah Caroline.

Aksi tersebut tidak hanya diikuti oleh kaum perempuan, tetapi juga laki-laki yang menganggap bahwa peran laki-laki juga penting bagi kesetaraan gender.

Salah satu peserta aksi laki-laki membawa poster yang bertuliskan “Man with quality, is not affraid with Equality” yang artinya adalah, laki-laki yang berkualitas, tidak khawatir untuk di setarakan.

Menanggapi tuntutan-tuntutan yang ada pada Women’s March ini sejalan dengan program 3ENDS yang sedang dijalankan KPPPA. Yang dimana ketiga pilar tersebut adalah

1.     Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

2.     Akhiri Perdagangan Manusia

3.     Akhiri Kesenjangan Ekonomi

Selengkapnya : http://www.kemenpppa.go.id/index.php/page/view/4

Program ini dibuat, karena KPPPA ingin menjadikan perempuan Indonesia sebagai perempuan yang mandiri, bisa diterima disemua lapisan masyarakat, terhindar dari segala pelecehan dan dapat memajukan bangsa dan negara untuk mencapai target gender equality planet 50:50

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (17)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (27)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (46)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…