PARTISIPASI PUBLIK UNTUK KESEJAHTERAAN PEREMPUAN DAN ANAK INDONESIA

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 01 Agustus 2017
  • Dibaca : 7204 Kali
...

PUSPA (Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak) ialah pertemuan koordinasi fundamental yang dilakukan Kementerian PPPA untuk menyatukan visi dan misi lembaga-lembaga terkait demi kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia. lembaga-lembaga terkait tersebut adalah, Pemerintah Pusat dan Daerah, Lembaga Masyarakat, Media dan Inspirator yang telah dipilih untuk menyebarluaskan dan menyukseskan program unggulan 3ENDS yang didalamnya berisi pesan untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, menghentikan perdagangan manusia serta akhiri kesenjangan ekonomi antara perempuan dan laki-laki

Menyadari berat dan kompleksitas persoalan yang dihadapi perempuan dan anak saat ini, dan untuk memastikan bahwa program unggulan tersebut dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, Kementerian PPPA perlu menggalang partisipasi semua pihak, tidak hanya sesama lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, namun juga lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, Akademisi, Lembaga Riset, dunia usaha dan media, untuk turut bersama-sama terlibat dalam pembangunan PPPA, sesuai dengan bidang dan kewenangan tugas masing-masing.

Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) mempunyai tujuan untuk memperkenalkan Program Unggulan Three Ends, Mengalang dukungan lembaga masyarakat, Membangun sinergi antara Kementerian PPPA, lembaga masyarakat, dunia usaha dan media pada level daerah untuk percepatan dan efektifitas mewujudkan kesejahteraan perempuan dan anak Indonesia, berbagi pengalaman dan gagasan inovatif berkenaan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia. Menyediakan wahana interaksi antar pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan peserta pertemuan untuk menjajagi peluang-peluang kerjasama program di masa yang akan datang.

Para inovator/inspirator pada PUPSA berbagi praktek-praktek cerdas berkenaan dengan bagaimana mereka berjuang dan berkreasi untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak dan berbagi pengalaman dan inovasi untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam sesi Peecha Kucha (Best Practice)

Pada rangkaian PUSPA diadakan diskusi kelompok tematik untuk membahas dukungan, sinergi dan kerjasama antara Pemerintah dengan lembaga masyarakat, dunia usaha dan media. Yang dimana setiap kelompok menghasilkan rumusan berisi komitmen, sinergi program dan kegiatan, penguatan dan perluasan dampak program, serta rencana tindak lanjut implementesi Three Ends di daerah.

Dan pada Puncak Acara berisi pembacaan Rencana Tindak Lanjut (RTL) berisi komitmen, sinergi, penguatan, penggalangan dan perluasan partisipasi publik untuk mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak, perdagangan manusia dan pemberdayaan ekonomi perempuan.

Sejalan dengan hal ini, Agustina Erni selaku Deputi Partisipasi Masyarakat KPPPA mengatakan bahwa “PUSPA diadakan untuk menggalang dukungan dari lembaga masyarakat, dunia usaha dan media untuk bahu membahu mempromosikan program Three Ends,”

Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) diselenggarakan menjadi dua tahap, yaitu tahap daerah atau Temu Daerah PUSPA dan tahap nasional atau Temu PUSPA Nasional. Pada dasarnya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan Kementerian PPPA yang akan rutin diselenggarakan setiap tahun dan akan diadakan ditiap kota-kota di seluruh Indonesia agar terciptanya pemerataan yang adil untuk kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 22 April 2019

HARI KARTINI: SEMUA SETARA DI ERA 4.0 (142)

Jakarta (21/04) - Revolusi Industri (RI) 4.0 menyediakan kemudahan dan ketidakterbatasan akses terhadap apapun. Hal ini harus bisa dimanfaatkan sebagai…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Dibalik Persiapan Forum Anak Nasional 2019, Ewako! (224)

Makassar (13/04) – Menjelang 3 bulan hajatan besar Pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2019, berbagai persiapan telah dilakukan Kementerian Pemberdayaan…
Siaran Pers, Kamis, 18 April 2019

Angka KDRT di Banda Aceh Mengkhawatirkan, Generasi Muda Harus Bangkit! (132)

Sebanyak 250 masyarakat kota Banda Aceh yang terdiri dari perwakilan berbagai komunitas remaja dan perempuan, secara serentak mendeklarasikan Komitmen Cegah…
Siaran Pers, Selasa, 16 April 2019

MENTERI YOHANA TURUN TANGAN PASTIKAN HAK ANAK TERPENUHI (702)

Pontianak (16/04) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menegaskan kasus kekerasan anak di Pontianak harus diupayakan…
Siaran Pers, Jumat, 12 April 2019

LSM Harus Pertimbangkan Kepentingan Terbaik Untuk Anak (687)

Jakarta (12/4) Lembaga masyarakat harus memastikan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan mempertimbangkan kepentingan terbaik untuk anak. Kepentingan terbaik untuk anak…