Sinergisitas Partisipasi Publik dalam Pencegahan dan Penanganan Masalah Perempuan dan Anak

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 02 Agustus 2017
  • Dibaca : 5010 Kali
...

Beragam dan luasnya permasalahan perempuan dan anak tidak dapat ditangani sendiri oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak. Partisipasi masyarakat pada pencegahan dan penanganan masalah sangat dibutuhkan dengan melakukan kerja bersama (bersinergi), sehingga pencegahan dan penanganan masalah dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan efisien.

Sinergi adalah kerjasama antara kelompok-kelompok yang berkomitmen untuk bersatu yang menciptakan efek yang lebih baik dibandingkan bekerja sendiri-sendiri. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak dalam penyelesaian permasalahan perempuan dan anak sangat membutuhkan partisipasi dari berbagai lembaga dan organisasi masyarakat untuk melakukan sinergi. Mengapa sinergi? Karena dengan sinergi, permasalahan perempuan dan anak akan  bisa dicegah dan ditangani secara lebih efektif dengan bersatunya berbagai institusi yang saling mengisi

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2015 tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian PPPA mempunyai tugas untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Kementerian PPPA menggalang partisipasi semua pihak, tidak hanya sesama lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah, namun juga lembaga masyarakat, organisasi keagamaan, Akademisi, Lembaga Riset, dunia usaha dan media, untuk turut bersama-sama terlibat dalam pembangunan PPPA, sesuai dengan bidang dan kewenangan tugas masing-masing

Partisipasi masyarakat yang luas, baik dari lembaga masyarakat, dunia usaha dan media, akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia

Contoh sinergi yang sudah terjalin dengan baik bisa kita lihat pada Komisi Penyiaran Indonesia yang berkomitmen menyelenggarakan Panduan Anugerah Penyiaran Ramah Anak yang berisi tentang kewajiban media sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas segala program siaran yang layak di konsumsi oleh anak, selanjutnya Kegiatan Blusukan Seni oleh Lembaga Masyarakat Karang Taruna Rusunawa Marunda bersama dengan Inspirator-inspirator PUSPA pada  yang menjadi pelatih bagi warga-warga rusunawa agar memiliki kegiatan yang positif melalui kegiatan seni. Karena partisipasi masyarakat yang luas, baik dari lembaga masyarakat, dunia usaha dan media, akan mempercepat terwujudnya kesejahteraan perempuan dan anak di Indonesia

Berangkat dari hal tersebut, inisiasi dalam mendukung pembangunan PPPA akan semakin bermakna dan lebih besar dampak dan jangkauannya, apabila terjalin sinergitas antara pemerintah dan partisipasi publik sehingga permasalahan perempuan dan anak di Indonesia bisa diselesaikan dengan baik.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Rabu, 20 Februari 2019

Kemendag Revitalisasi Pasar Rakyat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan (52)

akarta, 20 Februari 2019 - Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan dengan melakukan program revitalisasi pasar rakyat.
Siaran Pers, Senin, 18 Februari 2019

PELAKU PELECEHAN SEKSUAL ATLET ANAK DIVONIS BEBAS MURNI (225)

Samarinda (18/2) Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) berkomitmen mengawal kasus pencabulan terhadap anak yang berinisial R (16)…
Siaran Pers, Rabu, 20 Februari 2019

MENTERI PPPA DORONG PENGUATAN PUG DI K/L DAN PEMDA  (341)

Jakarta (19/02) – Dalam pembangunan, masih ada kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat (APKM) khususnya terhadap perempuan dan anak.
Siaran Pers, Jumat, 15 Februari 2019

PENTINGNYA KOMUNIKASI ORANG TUA DAN ANAK UNTUK HINDARKAN PAPARAN PORNOGRAFI (186)

Teknologi pada dasarnya bersifat netral layaknya mata pisau bagi para penggunanya, termasuk anak – anak.
Siaran Pers, Kamis, 14 Februari 2019

PERSIAPKAN CSW KE-63, ASIA-PASIFIK GELAR PERTEMUAN (141)

Bangkok (13/02) – Menyambut sidang Commision on the Status of Women atau CSW ke-63 yang akan digelar pada 11-22 Maret…