Beberapa pemikiran tentang pentingnya melibatkan laki-laki dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2556 Kali

Istilah kekerasan terhadap perempuan membawa konotasi bahwa pelakunya bukan perempuan. Walaupun demikian, sebenarnya bukan semua pelaku kekerasan terhadap perempuan adalah laki-laki. Pelaku kekerasan adalah mereka yang dalam relasi kekuasaan mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari korbannya. Keadaan ini menyebabkan korban tidak berdaya untuk melawan kekuasaan yang lebih besar. Sebagai contoh adalah kekerasan terhadap pekerja rumah tangga yang dilakukan oleh majikan perempuan atau kekerasan pada anak oleh orang tuanya atau orang yang lebih dewasa.

Di samping itu banyak informasi menyatakan bahwa sebenarnya laki-laki juga menjadi korban dari nilai dan norma sosial yang ada, di mana laki-laki dianggap sebagai

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Kamis, 20 Februari 2020

Fungsi Ditambah, DPR RI Dorong Tambahan Anggaran Kemen PPPA (58)

Dalam Rapat Kabinet Terbatas (Ratas) yang dilaksanakan pada 9 Januari 2020 lalu, Presiden Joko Widodo telah mengamanahkan untuk menambah fungsi…
Siaran Pers, Selasa, 18 Februari 2020

Kasus Eksploitasi Seksual dan Perdagangan Anak Melalui Media Online Mengkhawatirkan, Menteri PPPA Angkat Suara (124)

Menanggapi maraknya kasus eksploitasi seksual dan perdagangan anak dengan modus iming-iming pekerjaan bergaji tinggi melalui aplikasi media sosial, Menteri Pemberdayaan…
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018 (41)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2018
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (20)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017
Buku, Senin, 17 Februari 2020

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak 2017 (19)

Indeks Komposit Kesejahteraan Anak Kabupaten/Kota 2017