Beberapa pemikiran tentang pentingnya melibatkan laki-laki dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2339 Kali

Istilah kekerasan terhadap perempuan membawa konotasi bahwa pelakunya bukan perempuan. Walaupun demikian, sebenarnya bukan semua pelaku kekerasan terhadap perempuan adalah laki-laki. Pelaku kekerasan adalah mereka yang dalam relasi kekuasaan mempunyai kekuasaan yang lebih besar dari korbannya. Keadaan ini menyebabkan korban tidak berdaya untuk melawan kekuasaan yang lebih besar. Sebagai contoh adalah kekerasan terhadap pekerja rumah tangga yang dilakukan oleh majikan perempuan atau kekerasan pada anak oleh orang tuanya atau orang yang lebih dewasa.

Di samping itu banyak informasi menyatakan bahwa sebenarnya laki-laki juga menjadi korban dari nilai dan norma sosial yang ada, di mana laki-laki dianggap sebagai

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

PPT KTPA Bentuk Negara Hadir Lindungi Perempuan dan Anak (50)

Pusat Pelayanan Terpadu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (PPT KTPA) RSUD Beriman Balikpapan yang berdiri sejak Februari 2019 memberikan penanganan…
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Teman Sebaya Dukung Sekolah Ramah Anak (66)

Teman Sebaya berperan besar dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak (SRA).
Siaran Pers, Sabtu, 21 September 2019

Ayo ke PUSPAGA, Demi Keluarga Berkualitas! (45)

Menjadi orang tua di zaman sekarang memiliki tantangan yang lebih berat daripada menjadi orang tua di zaman dahulu.
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Komitmen Pimpinan Pusat Dan Daerah Pacu Pembangunan Pppa (67)

Kepulauan Seribu (19/09) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan Rapat Evaluasi Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan…
Siaran Pers, Jumat, 20 September 2019

Kab.Sleman Berlari Menuju KLA (87)

"Kabupaten Sleman hingga sekarang terus berlari menuju Kabupaten Layak Anak (KLA)"