6 Cara Membantu Anak Anda Terhindar dari Bullying

  • Dipublikasikan Pada : Selasa, 23 Februari 2016
  • Dibaca : 2088 Kali
Aktual.co — Kasus bullying akhir-akhir ini mencuat kepermukaan. Tidak hanya di dunia nyata kasus ini juga terjadi di dunia maya seperti twitter. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga dapat menjadi korban dari kasus tersebut. Akibat dari anak yang mengalami bullying oleh teman-temannya akan membuat si anak menjadi trauma dan ketakutan untuk bergaul di lingkungannya. Anda sebagai orang tua perlu mengetahui tanda-tanda dari Anak yang mengalami bullying.
1. Mencari Tanda
Kebanyakan anak tidak akan berani datang dan berbicara dengan keluarganya saat Ia merasa terganggu. Mereka mungkin takut tidak dianggap serius. Jadi, Anda perlu mencari tanda-tanda si anak mengalami trauma karena bullying seperti mendadak tak ingin sekolah, tidak nafsu makan, bahkan Anda perlu memperhatikan tubuhnya karena dikhawatikan bullying sudah sampai pada kekerasan fisik.
2. Ajak Curhat
Cobalah setiap kali menjelang anak tidur luangkan waktu untuk berbicara santai dengan anak. Minta anak Anda untuk berbagi cerita tentang sekolahnya, lingkungan dan teman-temannya. Namun, usahakan jangan langsung menanyakan masalah bullying. Anda bisa memberikan pernyataan samar-samar tentang kasus ini, misalnya dengan menceritakan kasus bullying yang terjadi di pemberitaan televisi. Beritahu anak Anda tentang bagaimana cara mengatasi bila suatu saat Anak anda berhadapan dengan masalah ini.
3. Ajarkan Untuk Berani
Mengajarkan anak lebih berani bukan berarti mengajarkan anak menjadi arogan. Anda perlu mengajarkan anak Anda lebih dewasa jika menghadapi permasalahan ini. Ajarkan untuk tidak menyeleaikan masalah dengan otot tapi gunakan otak agar terlihat lebih pintar dan bijaksana.
4. Sekolah Perlu Tahu
Bullying yang biasa terjadi di sekolah merupakan teguran bagi dunia pendidikan oleh sebab itu sekolah juga harus turun tagan dalam mengantisipasi kasus ini mengotori dunia pendidikan. Guru dan seluruh instansi pendidikan perlu memperhatikan permasalahan ini agar bullying tidak terus berlanjut di tempat anak Anda menimb ilmu.
5. Ajarkan Masalah Hukum Sejak Dini
Sebelumnya Anda harus tahu apakan anda korban atau justru tersangka dari tindakan bullying. Jika, Ia sudah terkenal sebagai anak yang mem-bully teman-temannya, Anda sebagai orang tua perlu memperingatkan bahwa bullying adalah tindakan pelanggaran hukum dan di banyak negara memiliki  undang-undang dan kebijakannya. Jika anak Anda adalah korbannya, jangan ragu-ragu untuk melaporkan anak yang mengganggu anak Anda kepada sekolah bahkan jika sudah melakukan kekerasan secepatnya laporkan tidakan ini kepada pihak yang berwajib.
6. Mencari Tenaga Profesional
Jika, cara diatas sudah tidak dapat membantu menghilangkan trauma yang dialami anak Anda  , Anda akan merasa bahwa kecemasan atau ketakutan yang dia mengalami dapat menghambat pertumbuhan emosi, cobalah mencari konseling profesional untuk menghapus setiap gangguan psikologis yang diderita si anak.
Dukungan Anda adalah dorongan terbesar yang akan membantu menangani anak Anda yang mengalami bullying. Anda sebagai orangtua perlu turun langsung menghadapi masalah ini agar permasalahan ini tidak mengganggu pendidikan dan psikologis anak.
Epung Saepudin

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

KEMEN PPPA DORONG KABUPATEN/KOTA MEMBUAT RENCANA AKSI PUSPA (17)

Sebagai wadah bagi lembaga masyarakat yang perduli pada isu perempuan dan anak,
Siaran Pers, Senin, 21 Oktober 2019

Kemen PPPA Dorong Daerah Sinergi untuk Wujudkan RBRA (27)

Pemerintah Daerah berlomba-lomba meraih sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang merupakan program Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

PERCEPAT PENURUNAN ANGKA KEKERASAN ANAK, KEMEN PPPA LATIH UPTD DAN APH MANAJEMEN KASUS (43)

Dalam setiap penanganan kasus kekerasan dan eksploitasi terhadap anak, Konvensi Hak Anak telah mengamanatkan kepentingan terbaik anak diutamakan namun kenyataan…
Siaran Pers, Minggu, 20 Oktober 2019

Ingin Banyak Followers, Milenial Harus Jadi Kreator Konten Kreatif dan Edukatif (46)

Dunia maya tidak hanya menjadikan masyarakat, termasuk anak dan remaja sebagai konsumen, namun juga sebagai pencipta informasi layaknya konten kreator.
Siaran Pers, Jumat, 18 Oktober 2019

Papua New Guinea Belajar Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dari Indonesia (64)

Jakarta (18/10) – ”Bicara tentang pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia, tentunya tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Usaha Mikro, Kecil, dan…