5 Jenjang Usia Anak & Gadget yang Sesuai

  • Dipublikasikan Pada : Jumat, 19 Februari 2016
  • Dibaca : 7927 Kali

Sering melihat bayi memegang iPad, atau anak balita bermain smartphone? Agak janggal memang. Namun itulah yang banyak terjadi kini. Sebenarnya, adakah aturan main dari sisi usia tentang gadget apa yang pas buat seseorang? Apakah anak-anak sudah pantas memainkan gadget canggih yang biasa dipakai orang dewasa?

Berikut ada bocoran yang bisa diintip oleh para orang tua mengenai jenis teknologi dan gadget apa saja yang pas buat anak-anak, sesuai dengan usia mereka:

1. Bayi dan balita

Usia ini sangat tertarik dengan suara dan sinar, maka jangan heran mereka senang jika ada ponsel atau tablet PC di dekatnya. Tapi mereka juga punya keterbatasan fisik. Terekspos suatu cahaya terlalu lama, termasuk cahaya dari layar komputer, berdampak negatif pada pengelihatan bayi dan anak balita. Batasilah waktu bermain mereka dengan produk elektronik seperti TV. Bahkan radiasi ponsel juga sebaiknya diminimalis. Disarankan orang tua jangan terlalu sering bermain ponsel dan tablet PC di dekat anak usia balita dan bayi. Usia ini hanya pas dengan permainan berenergi baterai, itu pun yang benar-benar aman.

2. Pra sekolah dan Taman Kanak-kanak

Anak usia ini sudah mulai pandai memainkan gestur jarinya, sehingga sangat tertarik dengan tablet PC dan gadget touchscreen lain. Respon layar sentuh memang menyenangkan mereka. Tapi mereka tetap butuh pengalaman memegang pensil, kertas, buku, aneka permainan dengan gunting, dan benda real lain, sebagai bagian dari proses belajar. Gadget elektronik edukasi bisa sebagai pendukung sarana belajar saja.  Usia ini bisa mencoba tablet khusus anak seperti LeapFrog LeapPad 2 atau VTech InnoTab 2. Bisa juga dikenalkan dengan eReader seperti Franklin AnyBook Reader atauLeapFrog Tag Reader.

3. Awal Sekolah Dasar

Di usia ini anak-anak mulai siap dengan teknologi yang lebih serius. Mereka bisa mulai memakai iPad, PC, netbook, dan laptop. Yang patut diperhatikan adalah konten yang sesuai dengan usianya. Internet juga harus dibatasi, agar tidak menganggu waktu belajar dan bermain mereka di dunia nyata. Mulai edukasi mereka dengan cara-cara menjaga privasi, keamanan, dan etika berinternet. Mereka mulai bisa diberi sedikit keleluasaan bermain games sesuai dengan rating usianya, dan pakailah browser khusus anak-anak seperti Kidzui atau KIDO’Z.

4. Jelang remaja

Usia ini sudah berhak memiliki akun Facebook dan ponselnya sendiri, terutama yang berusia di atas 13 tahun. Mereka juga sudah pantas memiliki tablet PC dan PC atau laptop sendiri. Jangan lupa untuk menginsal filter internet seperti Mobicip atau K9 Internet Protection untuk memblokir konten yang tidak sesuai. Walau sudah boleh bermain games dan berinternet serta memiliki privasi untuk itu, tetap usahakan untuk membatasi waktunya.

5. Remaja

Usia ini jelas sudah berhak memiliki semua perangkat elektroniknya sendiri. Baik itu ponsel, tablet, laptop, PC, konsol games, dan sejenisnya. Mereka juga membutuhkan lebih banyak kebebasan untuk berselancar di internet. Tetap monitor semua perilaku online-nya, sebab ancaman cybercrime dan cyberbully tetap ada.

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 Desember 2019

Kemen PPPA Mengecam Kasus Penganiayaan Anak oleh Ibu Tirinya (1004)

Kasus penganiayaan keji atas korban AM (10) oleh ibu tirinya sendiri
Siaran Pers, Minggu, 15 Desember 2019

Tingkatkan Kreativitas Anak, Lestarikan Permainan Tradisional (147)

"Anak-anak harus menjadi "penjaga" kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional. Jangan sampai permainan tradisional hilang dan tergantikan oleh…
Siaran Pers, Sabtu, 14 Desember 2019

Panasonic Gobel Terapkan Kebijakan Responsif Perempuan dan Anak, Menteri Bintang Berikan Apresiasi (185)

Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke - 91, Perusahaan Panasonic Gobel menyelenggarakan Penyerahan Beasiswa Putra Putri Karyawan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Lindungi Pekerja Perempuan di Pasuruan, Kemen PPPA Hadirkan Rumah Perlindungan (90)

Setelah Kota Cilegon, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Pasuruan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Komitmen Indonesia Atasi Eksploitasi Seksual Anak secara Online di Tingkat Dunia (83)

Kekerasan dan eksploitasi anak secara online adalah kejahatan tingkat dunia yang menuntut respon dan tanggungjawab dunia untuk menyelesaikan isu ini…