PEDOMAN PENYELENGGARAAN PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019

  • Dipublikasikan Pada : Rabu, 04 Desember 2019
  • Dibaca : 9678 Kali

PEDOMAN PENYELENGGARAAN  PERINGATAN HARI IBU KE-91 TAHUN 2019 

Hari Ibu lahir dari pergerakan perempuan Indonesia diawali dengan  Kongres Perempuan Pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta telah mengukuhkan semangat dan tekad bersama untuk mendorong kemerdekaan Indonesia. Tema sentral pembahasan Kongres Perempuan tersebut adalah memperjuangkan hak perempuan dalam perkawinan, melawan perkawinan dini, poligami dan pendidikan perempuan. Hakekat Peringatan Hari Ibu (PHI) setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan kaum perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah itu, PHI ditetapkan setiap tanggal 22Desember sebagai hari nasional.

Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang harus sadar bahwa mereka mempunyai akses dan memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk memperoleh sumber daya, seperti akses terhadap ekonomi, politik, sosial, dan sebagainya. Begitu juga pengasuhan dalam keluarga, peran dan tanggung jawab laki-laki dan perempuan dalam pengasuhan anak tidak hanya orang tua namun perlu didukung oleh semua pihak. PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan. Dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai agen penggerak (agent of change).

Tema PHI ke-91 tahun 2019 ini adalah Perempuan Berdaya, Indonesia Maju yang dibangun dengan melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia yang masih mengalami kekerasan, perlakukan diskriminatif, dan lain-lain. Kondisi tersebut memerlukan berbagai strategi,  pelibatan semua unsur masyarakat dan multistakeholder sangat diperlukan, termasuk peran laki-laki dalam kampanye-kampanye/gerakan yang mendukung pencegahan kekerasan, dan pencapaian kesetaraan gender. He for She menjadi salah satu komitmen global yang harus digelorakan sampai akar rumput.

Peringatan Hri Ibu ke-91 Tahun 2019 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki dalam setiap aspek kehidupan.

Lampiran Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019 di bawah ini :

Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Ibu Ke-91 Tahun 2019

Logo PHI ke-91

PHI Logo Acara

PHI Logo Acara


 

Publikasi Lainya

Siaran Pers, Senin, 16 Desember 2019

Kemen PPPA Mengecam Kasus Penganiayaan Anak oleh Ibu Tirinya (659)

Kasus penganiayaan keji atas korban AM (10) oleh ibu tirinya sendiri
Siaran Pers, Minggu, 15 Desember 2019

Tingkatkan Kreativitas Anak, Lestarikan Permainan Tradisional (142)

"Anak-anak harus menjadi "penjaga" kebudayaan Indonesia, salah satunya dengan melestarikan permainan tradisional. Jangan sampai permainan tradisional hilang dan tergantikan oleh…
Siaran Pers, Sabtu, 14 Desember 2019

Panasonic Gobel Terapkan Kebijakan Responsif Perempuan dan Anak, Menteri Bintang Berikan Apresiasi (176)

Dalam rangka menyambut Peringatan Hari Ibu (PHI) yang ke - 91, Perusahaan Panasonic Gobel menyelenggarakan Penyerahan Beasiswa Putra Putri Karyawan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Lindungi Pekerja Perempuan di Pasuruan, Kemen PPPA Hadirkan Rumah Perlindungan (90)

Setelah Kota Cilegon, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) kembali meresmikan Rumah Perlindungan Pekerja Perempuan (RP3) di Pasuruan…
Siaran Pers, Jumat, 13 Desember 2019

Komitmen Indonesia Atasi Eksploitasi Seksual Anak secara Online di Tingkat Dunia (81)

Kekerasan dan eksploitasi anak secara online adalah kejahatan tingkat dunia yang menuntut respon dan tanggungjawab dunia untuk menyelesaikan isu ini…