
Menteri PPPA: Desa Pulau Sewangi Siap Jadi Model RBMP di Kabupaten Barito Kuala
Siaran Pers Nomor: B- 390/SETMEN/HM.02.04/12/2023
Desa Pulau Sewangi, Kalsel (6/12) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Selatan dalam rangka meninjau dan memastikan persiapan soft launching salah satu desa yang menjadi piloting project Ruang Bersama Merah Putih (RBMP) di Desa Pulau Sewangi, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Menteri PPPA mengungkapkan Ruang Bersama Merah Putih (RBMP) sebagai lanjutan dari program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor yang dirancang untuk memberikan dampak langsung di tingkat desa mulai dari hulu hingga hilir.
"RBMP ini tidak hanya menawarkan pelatihan keterampilan bagi perempuan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk belajar, bermain, dan mengenal lebih dekat budaya serta nilai-nilai bangsa kita. Dalam menghadapi tantangan digitalisasi, RBMP akan menjadi ruang edukasi yang memperkenalkan kembali permainan tradisional, cerita sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal, sebagai solusi kreatif untuk mengurangi ketergantungan anak-anak pada gawai. Kemen PPPA memiliki 3 (tiga) program prioritas dalam 5 (lima) tahun ke depan yakni RBMP, perluasan fungsi Call Centre SAPA 129 dan satu data gender dan anak berbasis desa/kelurahan," ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA mengatakan RBMP juga dapat berfungsi sebagai wadah untuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan menyediakan pelatihan, akses modal, dan pendampingan. Hal ini sejalan dengan visi Kemen PPPA untuk memperluas fungsi pelayanan berbasis masyarakat demi menciptakan desa yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan. RBMP ini akan menjadi ruang untuk kerja sama, gotong royong, kerja bersama dari seluruh komponen masyarakat yang menjadikan ini sebuah gerakan bukan hanya kegiatan, tetapi lebih ke arah rasa memiliki terhadap desa akan timbul dan empati terhadap sesama anggota masyarakat dapat terwujud. Sehingga, apapun yang terjadi di desa tersebut bisa terdeteksi secara dini.
“Kunjungan kami ke Desa Pulau Sewangi untuk memastikan kesiapan dari RBMP Desa Pulau Sewangi yang akan dilakukan soft launching pada Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) Ke-96 pada 22 Desember mendatang. Kami berkesempatan bisa melihat langsung aktivitas dan fasilitas di RBMP yang menggunakan Lumbung Desa sebagai lokasinya. Kami juga meninjau ke beberapa titik aktivitas warga Desa Pulau Sewangi seperti melihat pembuatan kue tanggui khas Barito Kuala, pembuatan kapal jukung, hingga sasirangan atau pembuatan batik khas Kalimantan Selatan. Saya rasa Desa Pulau Sewangi ini sudah sangat komprehensif hanya perlu beberapa hal untuk melengkapi saja indikator untuk RBMP. Kami tentu optimis RBMP Desa Pulau Sewangi ini bisa berjalan dengan baik, apalagi didukung dengan Kepala Desa dan para warga yang memang juga memiliki komitmen yang sejalan dengan kami yakni memberikan perlindungan serta pemberdayaan kepada perempuan dan anak di Desa,” ujar Menteri PPPA.
Kementerian PPPA telah berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat sipil, untuk mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Menteri PPPA mengungkapkan hal ini dituangkan dalam program dan kebijakan Kemen PPPA yang saat ini sedang mengembangkan atau menguatkan program RBMP untuk perempuan dan anak. Program ini akan dilakukan di 6 (enam) desa yang tersebar di seluruh Indonesia yakni Provinsi Jambi, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Nusa Tenggara Timur. RBMP menjadi gerakan masyarakat yang didukung oleh lintas K/L, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, lembaga masyarakat dan keagamaan, serta lembaga profesi untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi perempuan dan anak serta tantangan kebangsaan.
"Kami mengajak pertemuan silaturahmi ini tidak hanya berhenti di sini. Kami membuka hati untuk kita terus berjumpa dan berdialog intens untuk mendorong sinergi dan kolaborasi kita ke depan untuk kemaslahatan bangsa kita, Indonesia. Kami juga menunggu komitmen dari pemerintah daerah melalui rekomendasi kebijakan dan rencana tindak lanjut nyata yang lahir dari acara ini. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk terus memberdayakan perempuan dan melindungi anak. Dengan semangat kerja bersama dan gotong royong, saya percaya kita mampu mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri PPPA.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Pulau Sewangi, Syarifah Saufiah menyampaikan praktik baik yang telah dilakukan selama ini hingga bisa mendapatkan predikat Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA). Syarifah mengatakan sejak awal dirinya menjabat pada 2021, Desa Sewangi di bawah kepemimpinannya telah konsisten dan tegas dalam memenuhi indikator penilaian Kemen PPPA sebagai DRPPA. Ia menambahkan berbagai upaya telah dilakukan mulai dari membentuk relawan Sahabat Perempuan dan Anak, mempunyai data terpilah perempuan dan anak, terbentuknya Forum Anak Desa (FAD) oleh Kepala Desa dan membentuk Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat.
“Kami tentu sangat senang bisa dikunjungi langsung oleh Ibu Menteri. Kami juga menyampaikan komitmen untuk mendukung program RBMP yang menjadi salah satu dari tiga program prioritas Kemen PPPA. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk melindungi dan memberdayakan perempuan dan anak di Desa Sewangi. Harapannya hal ini terus mendapatkan dukungan dari Pemkab Barito Kuala dan dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kab. Barito Kuala,“ ujar Syarifah.
Pj. Bupati Barito Kuala, Dinansyah mengatakan keberhasilan Desa Pulau Sewangi menjadi DRPPA tentunya tidak terlepas dari upaya kepala desa dan dukungan dari seluruh stakeholder yang terlibat, khususnya masyarakat Desa Pulau Sewangi.
“Kami tentu menyambut baik dan akan terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan perangkat Desa Pulau Sewangi dalam implementasi program dan kebijakan terkait perempuan dan anak. Untuk pelaksanaan program RBMP ini, kami siap untuk mendukung Desa Pulau Sewangi dan tentunya mendorong desa-desa lainnya di Kabupaten Barito Kuala untuk dapat mereplikasi praktik baik yang telah dilakukan,” tutup Pj. Bupati Barito Kuala.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 06-12-2024
- Kunjungan : 849
-
Bagikan: