
Menteri PPPA Dorong Peran Perempuan Dukung Ketahanan Digital Keluarga
Siaran Pers Nomor: B- 190/SETMEN/HM.02.04/5/2026
Jakarta (9/5) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mendorong peningkatan literasi digital perempuan sebagai bagian penting dari pembangunan ketahanan digital keluarga.
"Memasuki era digital, kita dihadapkan pada peluang sekaligus tantangan baru. Merespon hal ini, perempuan tidak boleh tinggal diam. Kita harus mampu membaca kondisi, menganalisis perubahan dan menentukan langkah untuk memberdayakan diri di tengah perubahan sekaligus melindungi keluarga," ujar Menteri PPPA pada Rapat Kerja Nasional Aliansi Perempuan Peduli Indonesia dengan tema "Penguatan Peran Perempuan Dalam Membangun Ketahanan Keluarga Dan Bangsa Di Era Digital" di Jakarta pada Jumat (8/5).
Menteri menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar utama keluarga, pilar pembangunan masyarakat, dan agen perubahan sosial. Oleh karena itu, di tengah pesatnya transformasi digital saat ini, perempuan perlu terus meningkatkan kapasitas dan resiliensi digital. Kemampuan ini penting untuk menyaring paparan informasi serta melindungi diri dan keluarga di ruang siber.
"Perempuan perlu meningkatkan kapasitas diri agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Peran perempuan sangat krusial karena mereka adalah pendidik pertama anak-anak, calon generasi penerus bangsa. Dengan literasi digital yang baik, ibu dapat membimbing anak-anak untuk memilah informasi yang benar dan menganut nilai serta budaya yang positif," tambahnya.
Dalam mendukung peran strategis tersebut, Kemen PPPA telah melaksanakan berbagai upaya konkret, antara lain melalui peningkatan literasi digital bagi perempuan dan ibu rumah tangga, serta mendorong partisipasi perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Di sisi perlindungan, Kemen PPPA aktif melakukan advokasi kebijakan digital yang berperspektif gender dan meluncurkan kampanye pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Lebih lanjut, ketahanan keluarga turut diperkuat melalui pemantauan Indeks Kualitas Keluarga, edukasi pengasuhan berbasis hak anak, dan penciptaan ruang aman dari segala bentuk kekerasan.
Ketua Umum Aliansi Perempuan Peduli Indonesia (ALPPIND), Atifah Hasan menjelaskan bahwa penyelenggaraan Rakernas bertujuan untuk mencari solusi tata kelola ekosistem digital yang lebih baik bagi perempuan.
“Tema Rakernas ALPPIND kali ini dipilih karena kita hidup di tengah era transformasi digital yang berlangsung dengan kecepatan dan skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Era ini menghadirkan peluang sekaligus ancaman, terutama bagi keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Perempuan berada di garis terdepan perubahan, baik sebagai penjaga nilai dan karakter dalam keluarga, maupun sebagai pelaku ekonomi dan agen perubahan di tengah masyarakat. Jika perempuan tidak diperkuat kapasitas dan posisinya, maka ketahanan keluarga akan melemah,” ungkap Atifah.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-05-2026
- Kunjungan : 157
-
Bagikan: