
Pemerintah RI-UNICEF Luncurkan CPAP 2025-2030, Perkuat Komitmen Perlindungan Anak Menuju Indonesia Emas 2045
Siaran Pers Nomor: B- 152/SETMEN/HM.02.04/4/2026
Jakarta (20/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terus terjalin antara Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Dalam Negeri dan UNICEF melalui Country Programme Action Plan (CPAP) 2026–2030. Menteri PPPA mengungkapkan dengan mengusung tema “Bersama untuk Setiap Anak Indonesia” bertujuan memperkuat komitmen lintas sektor dalam membangun anak-anak Indonesia sebagai prioritas pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
“Mengawali kegiatan yang luar biasa ini, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNICEF dan seluruh mitra atas kerja sama yang terus terjalin kuat bersama pemerintah Indonesia melalui Country Programme Action Plan 2026–2030. Kemitraan ini bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan wujud komitmen bersama untuk memastikan anak Indonesia dapat tumbuh aman, sehat, dan bermartabat,” ujar Menteri PPPA.
Menteri PPPA juga menyampaikan bahwa upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak perlu dilakukan secara menyeluruh melalui kebijakan yang responsif, layanan yang terjangkau, serta kolaborasi lintas sektor. Perlindungan anak juga tidak dapat dipisahkan dari pemberdayaan perempuan karena membutuhkan perhatian serta akses yang lebih baik. Oleh karena itu pendekatan yang terintegrasi menjadi kunci agar tidak ada satupun anak yang tertinggal.
“Upaya perlindungan anak harus hadir secara utuh dan tidak dapat diselesaikan secara sektoral. Pendekatan terintegrasi menjadi kunci, didukung kolaborasi lintas pihak, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh perempuan dan anak di seluruh Indonesia,” pungkas Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy menyampaikan bahwa peluncuran CPAP 2026–2030 merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
“Peluncuran Country Programme Action Plan 2026–2030 ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan UNICEF dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia, khususnya anak-anak. Dokumen ini menjadi acuan bersama agar program berjalan secara terarah, terukur, dan berdampak nyata,” ujar Menteri PPN/ Kepala Bappenas.
Menteri PPN/Kepala Bappenas menambahkan bahwa anak merupakan investasi masa depan bangsa sehingga kebijakan perlu dirancang secara komprehensif dan berbasis data, dengan fokus pada penguatan layanan dasar, pemanfaatan data, serta kolaborasi lintas sektor.
Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa peluncuran CPAP 2026–2030 menjadi tonggak penting dalam menegaskan komitmen bersama untuk menempatkan anak sebagai prioritas pembangunan.
“Peluncuran ini merupakan penegasan kembali komitmen bersama untuk memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal. Indonesia memiliki peluang besar dengan populasi muda dan sistem tata kelola yang kuat untuk mendorong pembangunan yang berfokus pada anak,” ujar Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia.
Maniza menekankan pelaksanaan CPAP 2026–2030 akan difokuskan pada penguatan sistem, pemanfaatan data berbasis bukti, optimalisasi desentralisasi, serta peningkatan inklusi dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan global. Melalui program kerja ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan seluruh mitra pembangunan semakin kuat dalam mendorong kebijakan dan program yang berdampak nyata bagi anak-anak Indonesia.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 20-04-2026
- Kunjungan : 93
-
Bagikan: