
Wamen PPPA: Kebun Pangan Lokal Perempuan Buka Peluang Perempuan Jadi Penggerak Kesejahteraan Keluarga dan Desa
Siarann Pers Nomor: B- 191/SETMEN/HM.02.04/06/2025
Watu Galang, NTT (10/5) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, mengunjungi Kebun Pangan Lokal Perempuan di Desa Watu Galang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan perempuan melalui penguatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga berbasis potensi lokal. Wamen PPPA menegaskan Kebun Pangan Lokal Perempuan merupakan terobosan yang tidak hanya menghidupkan kembali pengetahuan tradisional yang diwariskan para mama, tetapi juga membuka peluang bagi perempuan untuk menjadi penggerak kesejahteraan keluarga dan desa.
“Kebun Pangan Lokal Perempuan ini adalah sebuah terobosan. Ide-ide lama dan pengetahuan yang dimiliki mama-mama bisa hidup kembali, diajarkan kepada anak dan cucu kita. Saya yakin, dengan dukungan, mama-mama di sini dapat membuat keluarga mereka lebih kuat dan kesejahteraan desa meningkat lebih cepat,” ujar Wamen PPPA.
Wamen PPPA menyampaikan bahwa program ini tidak terlepas dari dukungan skema perhutanan sosial yang memberikan akses legal bagi kelompok perempuan untuk mengelola lahan secara berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara Kementerian PPPA, Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, dan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari menjadi bukti bahwa pelestarian hutan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan perempuan.
“Ketika perempuan diberikan akses untuk mengelola lahan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh lingkungan dan generasi mendatang. Perhutanan sosial memberi ruang bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk mengelola sumber daya alam secara lestari dan produktif,” ungkap Wamen PPPA.
Kepala Desa Watu Galang, Ferdinandus Mboli menyambut gembira kedatangan Wamen PPPA di Desa Watu Galang , Nusa Tenggara Timur dan melihat langsung kebun pangan mama-mama.
"Terima kasih kepada Bu Wamen dan rombongan atas kehadirannya di Desa Watu Galang. Waktu saya infokan kepada mama-mama tentang kehadiran Bu Wamen mereka sangat senang dan mau menyambut kedatangan ibu sekaligus bisa menjadi motivasi mama-mama untuk bekerja maksimal menyukseskan kebun pangan perempuan ini," ujar Kepala Desa Watu Galang.
Sementara itu, perwakilan mama-mama Bambu di Desa Watu Galang menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap upaya yang telah dilakukan masyarakat. Mereka berharap program ini terus berkembang menjadi ruang belajar, berbagi pengetahuan, dan penguatan ekonomi keluarga.
“Kami percaya bahwa kalau tanah dirawat dengan baik, tanah juga akan menjaga anak-anak kita. Harapan kami, kebun perempuan ini bukan hanya tempat menanam sayur, tetapi menjadi ruang belajar, ruang berbagi pengetahuan, serta contoh bahwa desa juga bisa tumbuh dengan cara yang sehat, mandiri, dan tetap menjaga alam,” mama bambu.
Mama Bambu menyampaikan terima kasih atas pendampingan yang telah diberikan oleh Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan AMATI.
“Kami berterima kasih kepada Yayasan Bambu Lingkungan Lestari dan AMATI yang selama ini setia mendampingi kami. Dengan dukungan mereka, kami belajar menanam, merawat tanah, dan memanfaatkan hasil kebun untuk kebutuhan keluarga. Harapan kami, Desa Watu Galang semakin maju dan cepat sejahtera. Kami ingin anak cucu kami juga belajar bahwa tanah yang dijaga dengan baik akan menjaga kehidupan kami di masa depan,” tutur Mama Bambu.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-05-2026
- Kunjungan : 156
-
Bagikan: