
Buka Pameran Indonesian Women Artist ke-4, Wamen PPPA Tegaskan Pentingnya Affirmative Action bagi Perempuan
Siaran Pers Nomor: B-131/SETMEN/HM.02.04/04/2026
Jakarta (10/4) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan, secara resmi membuka Pameran Indonesian Women Artists (IWA) ke-4 bertajuk "On The Map" di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada Kamis (9/4). Wamen PPPA menekankan keberpihakan nyata melalui affirmative action adalah kunci utama untuk mewujudkan ruang dan pengakuan bagi perempuan, baik di dunia seni rupa maupun sektor strategis lainnya.
“Apa pun yang kita perjuangkan, jika tidak ada affirmative action untuk perempuan, maka perempuan tidak akan pernah punya ruang dan kesempatan untuk menyatakan karyanya. Selama kita tidak berjuang memberikan ruang, sampai kapan pun kontribusi perempuan tidak akan pernah terekspos,” tegas Wamen PPPA.
Wamen PPPA pun menyoroti tantangan besar yang dihadapi para perempuan perupa dalam membangun branding dan promosi secara mandiri. Menurut Wamen PPPA, pemerintah memiliki tanggung jawab strategis untuk hadir menyediakan platform yang mampu mengangkat profil karya anak bangsa ke ranah yang lebih luas.
"Hal yang paling mahal adalah membantu mereka branding, mempromosikan, dan menyediakan tempat agar mereka bisa menunjukkan hasil karyanya. Jika pemerintah tidak menggandeng dan menyediakan platform ini, para perupa akan sangat susah untuk berjalan sendiri," imbuh Wamen PPPA.
Lebih lanjut, Wamen PPPA mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momentum pameran ini sebagai sebuah pergerakan kolektif. Wamen PPPA berharap perempuan tidak lagi dipandang sekadar sebagai objek atau penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai subjek aktif yang berkontribusi langsung pada perekonomian nasional melalui karya-karya kreatif mereka.
"Kita tidak bicara lagi soal perempuan sebagai penerima manfaat, tapi kita membicarakan perempuan sebagai bagian dari penguat ekonomi strategis bangsa Indonesia,” kata Wamen PPPA.
Pameran IWA ke-4 "On The Map" yang diselenggarakan pada 10 April hingga 30 Juni 2026 ini merupakan kolaborasi strategis antara Yayasan Cemara Enam dengan Museum Cagar Budaya melalui Galeri Nasional yang merupakan bagian dari Kementerian Kebudayaan. Gelaran ini sekaligus menjadi momentum spesial untuk memperingati Hari Perempuan Sedunia dan Hari Kartini, serta menjadi rangkaian acara dalam menyambut Dirgahayu Jakarta ke-499 yang akan jatuh pada Juni mendatang.
“Pameran ini menjadi sebuah peristiwa penting dalam perjalanan seni rupa Indonesia, khususnya dalam menyoroti kontribusi dan perspektif perempuan perupa. IWA menghadirkan ruang bagi munculnya karya-karya baru, serta mempertemukannya dengan publik secara lebih luas. Karya-karya yang diharapkan dalam pameran ini pada akhirnya menjadi pernyataan yang menentukan posisi serta legitimasi para perupanya sebagai bagian dari dinamika dan perkembangan seni rupa Indonesia,” ujar Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin.
Pameran ini menampilkan karya dari berbagai generasi perupa perempuan, mulai dari maestro terdahulu hingga talenta muda kontemporer, sebagai bentuk dokumentasi dan legitimasi atas eksistensi perempuan dalam sejarah seni rupa Indonesia. Jenis karya yang dipamerkan pun beragam, seperti instalasi seni, seni media campuran, karya berbasis teknologi, dan eksplorasi material unik lainnya.
“Semoga IWA menginspirasi perempuan-perempuan kita, baik di masa kini maupun masa akan datang dan mendorong ekosistem seni rupa untuk menciptakan peluang yang lebih baik,” tutup Ketua Yayasan Cemara Enam, Inda C. Noerhadi.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-04-2026
- Kunjungan : 107
-
Bagikan: