
Harlah ke-80 Muslimat NU, Menteri PPPA Dorong Penguatan Perempuan hingga Tingkat Desa
Siaran Pers Nomor: B-164/SETMEN/HM.02.04/4/2026
Banten (26/4) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menyampaikan Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional. Melalui kekuatan struktural dan kultural yang besar, Menteri PPPA menilai Muslimat NU mampu menjadi penggerak utama dalam upaya pemberdayaan perempuan serta penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa/kelurahan.
“Muslimat NU berkontribusi signifikan dalam membangun ketahanan keluarga, penguatan ekonomi perempuan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kewirausahaan berbasis keluarga, percepatan penurunan stunting, serta pencegahan perkawinan anak. Dengan jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa, kami berharap Muslimat NU semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam penguatan literasi digital, pemanfaatan data, serta peningkatan kapasitas ekonomi perempuan mulai dari level akar rumput,” ujar Menteri PPPA dalam kegiatan Harlah ke-80 Muslimat NU pada Sabtu (25/4).
Menteri PPPA menambahkan perempuan merupakan subjek pembangunan yang berperan sentral dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan. Namun, tantangan yang dihadapi masih memerlukan upaya bersama.
"Kemen PPPA terus mengedepankan pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan lembaga, salah satunya melalui Program Ruang Bersama Indonesia (RBI) sebagai wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pencapaian indikator pembangunan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa dan kelurahan,” pungkas Menteri PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menambahkan perempuan memiliki peran strategis dalam memajukan bangsa.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam memajukan bangsa dan menjadi bagian dari upaya panjang dalam meneguhkan peradaban. Oleh karena itu, kita perlu terus menguatkan dan memperjuangkan kemandirian perempuan melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan yang dilakukan bersama mitra lintas sektor. Dengan kolaborasi yang solid, perempuan Indonesia tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga penggerak utama perubahan,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Banten, Ratu Rachmatuzakiyah menyampaikan bahwa Muslimat NU terus berkontribusi melalui berbagai program nyata di masyarakat di daerah.
“Muslimat NU Provinsi Banten telah melaksanakan berbagai kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat, antara lain layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang, upaya penurunan stunting, kunjungan ke UPTD perlindungan sosial, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi lansia. Ke depan, kami berharap upaya-upaya ini dapat terus diperluas dan diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan,” ujar Ratu.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 26-04-2026
- Kunjungan : 174
-
Bagikan: