
Kemen PPPA dan Kementerian Pertanian Perkuat Sinergi Gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Siaran Pers Nomor: B-75/SETMEN/HM.02.04/02/2026
Jakarta (21/02) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan melakukan audiensi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Ruang Rapat Menteri Pertanian di Jakarta. Audiensi ini membahas penguatan kolaborasi program Kebun Pangan Lokal Perempuan sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan.
Wamen PPPA menyampaikan Kemen PPPA terus bertransformasi tidak hanya dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, tetapi juga sebagai penggerak pemberdayaan perempuan berbasis keluarga dan komunitas. Salah satu langkah strategis yang dikembangkan adalah program kebun pangan lokal untuk perempuan.
“Kami ingin menghadirkan gerakan kebun pangan lokal perempuan yang terintegrasi dan berbasis kearifan lokal. Bersama Kementerian Pertanian, kita akan memilih lima kabupaten untuk kita terjunkan bersama. Perempuan menjadi pelaku utama di dalamnya, sehingga program ini bukan sekadar menanam, tetapi membangun ketahanan pangan keluarga sekaligus memperkuat ekonomi rumah tangga,” ujar Wamen PPPA.
Wamen PPPA menambahkan program kebun pangan ini telah berjalan di sejumlah desa dan terus dikembangkan sebagai model pemberdayaan berbasis keluarga dan komunitas. Ke depan, program ini diharapkan mampu terintegrasi dengan SPPG serta berperan aktif dalam mendukung program MBG.
“Harapannya, kebun pangan keluarga ini dapat melibatkan peran aktif perempuan sebagai penggerak utama, meningkatkan penghasilan dan pendapatan keluarga, sekaligus mendukung program PHTC. Pada akhirnya, inisiatif ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan dan ekonomi keluarga,” pungkas Wamen PPPA.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi lintas kementerian dalam menggerakkan kebun pangan keluarga berbasis komunitas.
“Kementerian Pertanian siap memfasilitasi pembibitan, alat pertanian, pendampingan petani, hingga dukungan teknis lainnya. Kolaborasi antar kementerian sudah dipastikan bisa berjalan. Hal yang terpenting adalah komitmen pemerintah daerah untuk bergerak bersama dan serius mengembangkan program ini,” ujar Menteri Pertanian.
Sebagai langkah awal, kedua Kementerian sepakat merencanakan piloting di lima kabupaten yang akan dipilih bersama dan melibatkan pemerintah daerah yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan program ketahanan pangan keluarga. Sejumlah daerah yang menjadi opsi awal antara lain Nusa Tenggara Timur, Solo, Purwakarta (Jawa Barat), Bone, dan Maluku Utara.
Audiensi ini juga menyoroti pentingnya memperkuat partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan daerah. Keterlibatan perempuan dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dinilai masih perlu ditingkatkan agar kebijakan yang dihasilkan semakin responsif gender dan berpihak pada kebutuhan perempuan.
Melalui sinergi ini, Kementerian PPPA dan Kementerian Pertanian berharap Gerakan Kebun Pangan Lokal Perempuan dapat menjadi model kolaborasi yang memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan, serta menciptakan perempuan yang berdaya secara ekonomi dan sosial.
Diskusi lanjutan bersama pemerintah daerah terpilih direncanakan akan dilaksanakan setelah periode Idulfitri guna memastikan kesiapan implementasi program secara terintegrasi dan berkelanjutan.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 20-02-2026
- Kunjungan : 118
-
Bagikan: