
Menteri PPPA : Suara Anak-anak Binaan LPKA Penting dan Berharga
Siaran Pers Nomor: B - 129 /SETMEN/HM.02.04/03/2022
Makassar (12/03) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA) Bintang Puspayoga mengunjungi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Saat ini, LPKA Maros membina 47 anak binaan (46 laki-laki dan 1 perempuan). Temu anjangsana Menteri PPPA dengan para anak binaan juga dihadiri oleh Liberti Sitinjak (Kakanwil Kemenkumham Sulsel), Bupati Maros (Chaidir Syam) dan Kepala LPKA Maros (Tubagus M. Chaidir).
“Kami datang ke sini, yang utama adalah ingin melihat sejauh mana kondisi anak didik pemasyarakatan yang sedang melaksanakan pembinaan di LPKA Maros, begitu pula dengan kegiatan-kegiatan pendampingan yang sudah dilakukan di LPKA Maros ini. Tadi sudah disampaikan juga Kepala Kanwil dan Kepala LPKA, bahwa LPKA ini juga melakukan upaya sinergi dengan organisasi perangkat daerah lainnya agar anak-anak binaan ini tetap terpenuhi hak-haknya, seperti hak melanjutkan pendidikan dan kesehatan. Dan ini yang memang kita harapkan karena pemenuhan dan perlindungan hak anak menjadi tanggung jawab bersama. Dan kita juga berharap agar segera ada kebijakan agar LPKA ini bisa benar-benar terpisah dengan Lembaga Pemasyarakatan orang dewasa,” tutur Menteri PPPA.
Menteri PPPA meminta kepada semua pihak, bahwa apapun kondisinya, anak-anak tidak boleh dipandang sebagai sosok yang tidak berdaya. Justru, anak-anak memiliki segudang potensi, dimana menjadi kewajiban kita orang dewasa untuk mengasahnya. Mendengarkan suara anak merupakan bagian dari hak partisipasi yang diamanatkan oleh Undang-Undang. Untuk itu penting mendengarkan aspirasi dari anak-anak dan seringlah berdiskusi dengan mereka dalam menentukan berbagai kegiatan yang bermanfaat untuk mereka.
“Pesan saya untuk anak-anak, janganlah takut untuk bersuara, karena bersuara adalah hak kalian. Suara kalian penting dan suara kalian berharga. Bunda juga ingin berpesan kepada kalian untuk tetap semangat, tidak menyerah betapa sulit pun keadaannya,” ujar Menteri PPPA.
Sependapat dengan Menteri PPPA, Bupati Maros, Chaidir Syam juga menjelaskan bahwa persoalan perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas PPPA
“Kami sadar betul bahwa upaya perlindungan anak tidak bisa hanya dibebankan menjadi pekerjaan dan tanggung jawab Dinas PPPA, tetapi justru harus menjadi kewajiban bersama seluruh masyarakat dan OPD lainnya. Itu sebabnya kami saling berkoordinasi dan bekerjasama untuk memastikan anak-anak yang di dalam LPKA ini tetap mendapatkan hak mereka,” ujar Chaidir Syam.
Dalam kesempatan ini, Menteri PPPA juga memberikan bantuan berupa 2 alat musik gitar, 50 Al’Quran, 50 Juz Amma dan 50 tas selempang. Dalam waktu dekat juga akan dikirimkan bantuan Laptop, Alat Melukis dan Mesin Jahit seperti permintaan para anak didik.
“Manfaatkan waktu kalian di sini dengan sebaik-baiknya dan isilah dengan kegiatan-kegiatan yang positif. Asah berbagai keterampilan, kumpulkan berbagai sumber daya, dan rencanakan perjuangan ke depan dengan optimis. Kita semua tentu tidak ingin , hanya gara-gara satu kasus, akan menutup masa depan kalian,” tutup Menteri PPPA.
BIRO HUKUM DAN HUMAS
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 13-03-2022
- Kunjungan : 1110
-
Bagikan: