
Menteri PPPA Tegaskan Perlindungan Anak Korban Peluru Nyasar Gresik
Siaran Pers Nomor: B-129/SETMEN/HM.02.04/02/2026
Jakarta (08/04) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama menyusul insiden dugaan peluru nyasar yang melukai dua anak di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diduga peluru nyasar tersebut berasal dari lapangan tembak milik TNI AL (Marinir) Karangpilang Surabaya yang pada tanggal 17 Desember 2025 sedang melaksanakan latihan menembak rutin.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan maksimal serta pemulihan yang menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis. Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama,” Ujar Menteri PPPA.
Kemen PPPA melalui Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA 129) telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Jawa Timur dan UPT PPA Kabupaten Gresik untuk memastikan penanganan korban dilakukan secara komprehensif, meliputi layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta perlindungan dari potensi tekanan maupun intimidasi.
Menteri PPPA menekankan pemulihan korban tidak boleh berhenti pada penanganan medis awal, melainkan harus dilanjutkan dengan rehabilitasi berkelanjutan hingga anak benar-benar pulih.
“Anak korban membutuhkan pendampingan psikologis yang berkelanjutan.Kami memastikan layanan pemulihan trauma diberikan secara komprehensif agar kondisi anak dapat kembali optimal,” ujar Menteri PPPA.
Terkait proses hukum, Kemen PPPA terus memantau penanganan kasus yang saat ini berjalan di POMAL Koarmada V. Kemen PPPA juga mendorong agar proses tersebut berlangsung transparan, akuntabel, dan berkeadilan.Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan mendorong agar dilakukan secara profesional, transparan, dan memberikan keadilan bagi korban dengan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” tambah Menteri PPPA.
Sebagai langkah pencegahan, Kemen PPPA akan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendorong penguatan sistem pengamanan pada fasilitas latihan militer maupun sarana lainnya, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.
“Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari kita bergerak dengan komitmen yang lebih kuat, kolaborasi yang lebih luas, dan langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia terlindungi, dihargai, serta memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal,” tutup Menteri PPPA.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 08-04-2026
- Kunjungan : 98
-
Bagikan: