
Peringatan Hari Kartini, Momentum Refleksi Kesetaraan Gender dan Partisipasi Perempuan
Siaran Pers Nomor: B-177/SETMEN/HM.02.04/5/2026
Jakarta (1/5) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Arifah Fauzi, menyebut peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi terhadap arah perjuangan kesetaraan gender di Indonesia untuk memastikan perempuan memiliki akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat yang setara dalam pembangunan.
“Tantangan kita hari ini bukan lagi sekadar membuka akses, tetapi memastikan bahwa perempuan memiliki posisi yang setara dalam menentukan arah pembangunan. Perjuangan perempuan bukan hanya soal akses, tetapi juga soal struktur,” ujar Menteri PPPA, Arifah Fauzi dalam acara puncak Peringatan Hari Kartini yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Kamis (30/4).
Menteri PPPA menuturkan ketimpangan gender tidak lahir secara alamiah, tetapi dibentuk oleh sistem sosial, budaya, dan kebijakan yang belum sepenuhnya adil bagi perempuan. Oleh karena itu, menurut Menteri PPPA, solusi yang diperlukan harus bersifat sistemik untuk memperkecil ketimpangan gender.
“Semangat Kartini mengajarkan kita bahwa perubahan dimulai dari kesadaran serta harus diperkuat dengan kebijakan dan gerakan kolektif. Bertepatan dengan Hari Kartini, DPR RI telah menyetujui Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga menjadi undang-undang (UU PPRT). Ini adalah bukti konkret kebijakan yang berpihak dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga yang sebagian besar adalah perempuan,” ujar Menteri PPPA.
Dalam momentum peringatan Hari Kartini, Kemen PPPA menggelar penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang dilakukan oleh Menteri PPPA dan Kepala Bawaslu, Rahmat Bagja. Menteri PPPA menyampaikan bahwa MoU tersebut memiliki nilai strategis dalam upaya meningkatkan akses dan partisipasi kepemimpinan perempuan dalam politik, serta mengawasi terjadinya kekerasan terhadap perempuan di bidang politik.
Dalam sesi talkshow, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993–1998, Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro, menyampaikan perspektifnya mengenai semangat Kartini. Wardiman menekankan pentingnya pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai perjuangan Kartini di tengah kuatnya pengaruh budaya patriarki.
“Penting untuk membuka wawasan perempuan agar berpartisipasi dalam pembangunan negara. Pesan itu perlu disampaikan hingga ke daerah dan pelosok, tidak hanya kepada perempuan, tetapi juga kepada orang tua, agar terjadi perubahan pola pikir terhadap peran perempuan, bahwa perempuan harus meningkat dari segi pemikiran, pendidikan, dan harkat martabatnya. Jika perempuan sudah berpendidikan, menjadi pemimpin, atau pendorong ekonomi dalam rumah tangga, maka secara otomatis ia akan menjadi panutan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI periode 1993–1998, Prof. Dr.-Ing. Wardiman Djojonegoro.
Sementara itu, Pendiri Positive Movement, Inaya Wahid menyoroti persepsi masyarakat terhadap sosok R.A. Kartini. Inaya menilai sosok Kartini yang dikenal publik saat ini hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan pemikirannya.
“Kartini yang kita kenal hari ini adalah fragmen kecil dari keseluruhan dirinya. Narasi yang muncul cenderung homogen, menggambarkan Kartini sebagai perempuan berkebaya putih dengan citra tertentu. Hal ini terus direproduksi, diperbanyak, dan diarusutamakan selama bertahun-tahun. Namun, pemikiran dan perjuangan Kartini sebenarnya jarang diglorifikasi atau diangkat secara utuh,” jelas Inaya.
Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng yang turut hadir menyampaikan pandangannya mengenai peran perempuan masa kini. Agnes menilai perempuan saat ini memiliki peluang besar untuk berani bermimpi dan melangkah membawa semangat Kartini.
“Perempuan sekarang harus berdaya dan mampu berdiri di atas kaki sendiri. Saya percaya perempuan itu bisa. Apa pun yang laki-laki bisa lakukan, perempuan juga bisa. Oleh karena itu, perempuan seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, pekerjaan, memimpin, berbisnis, dan berkarya,” tutur Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng.
Pelaksanaan kegiatan Hari Kartini diisi dengan bazar UMKM perempuan, pengumuman pemenang Kartini Challenge 2026, dan talkshow bertajuk “Semangat Kartini, Inspirasi Lintas Generasi”. Kartini Challenge 2026 diikuti oleh ribuan peserta. Sebanyak 1.708 karya esai, 764 video pendek, dan 61 video narasi dari dinas PPPA se-Indonesia menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini hidup di tengah masyarakat. Seluruh rangkaian puncak Hari Kartini didukung penuh oleh berbagai mitra, yaitu Bank Mandiri, PNM, PT Paragon Corp., BPIP, Peruri, United Tractors, Mustika Ratu, Grab, Sisternet XL, dan Askrindo.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 01-05-2026
- Kunjungan : 45
-
Bagikan: