
Wamen PPA Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Penguatan Pangan Keluarga Pascabencana di Aceh
Siaran Pers Nomor: B- 14/SETMEN/HM.02.04/1/2026
Banda Aceh (10/1) — Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan memperkuat pengarusutamaan perlindungan perempuan dan anak dalam penanganan bencana melalui penguatan layanan yang responsif gender pada fase tanggap darurat hingga transisi pemulihan di Aceh. Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak untuk memastikan kebutuhan spesifik perempuan, anak, lansia, ibu hamil dan pascapersalinan, serta penyandang disabilitas terpenuhi secara adil dan berperspektif korban.
Dalam dialog koordinasi bersama para pemangku kepentingan, Wamen PPPA menekankan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada distribusi logistik, tetapi juga pada penguatan ketahanan keluarga dan komunitas melalui peran perempuan. “Di sini saya melihat ibu-ibu yang tangguh menghadapi bencana dan longsor. Jika ibu-ibunya tangguh, maka anak-anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” ujar Wamen PPPA.
Dialog koordinasi tersebut melibatkan pemerintah daerah serta mitra lintas sektor. Dari unsur pemerintah pusat, kegiatan ini melibatkan Kementerian PPN/Bappenas yang dihadiri oleh Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Bappenas, Dinar Dana Kharisma. Dari unsur pemerintah daerah, dialog diikuti Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, yang turut berpartisipasi dalam peninjauan serta penguatan pemulihan berbasis komunitas.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal, Kepala Dinas PPPA Provinsi Aceh Meutia Juliana, Kepala Dinas PPPA Kota Banda Aceh Tiara Sutari AR, serta Kepala UPTD PPA Provinsi Aceh Endang Mulyani. Selain itu, hadir pula perwakilan masyarakat sipil dan mitra, antara lain aktivis lingkungan Farwiza Farhan, Ketua Yayasan Bambu Lingkungan Lestari (YBLL) Monica Tanuhandaru, Serikat Inong Aceh, Paska Aceh, Yayasan Kayang Bangun Semesta, Tzu Chi cabang Sinar Mas, Eka Tjipta Foundation, Hasjrat Abadi, pendiri Pesantren Ekologi Ath-Thaariq Nissa Wargadipura, serta Tim Relawan Artha Graha Peduli.
Pada kesempatan tersebut, Wamen PPPA juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak masyarakat terdampak bencana atas bantuan yang adil, informatif, dan berperspektif korban, serta perlunya tata kelola bantuan yang transparan dan akuntabel guna mencegah ketimpangan dan risiko kerentanan baru.
Sebagai langkah cepat pemulihan gizi keluarga pascabencana, Wamen PPPA mendorong pemanfaatan pangan lokal yang dapat dikelola oleh keluarga, termasuk budidaya microgreen sebagai sumber pangan sehat dan cepat panen. Microgreen dinilai mudah dibudidayakan dan menjadi alternatif pangan bergizi bagi anak-anak di tengah keterbatasan pascabencana. “Saya yakin, dengan pangan lokal yang dikelola oleh ibu-ibu, kebutuhan gizi keluarga bisa tetap terpenuhi,” tambah Wamen PPPA.
Pada aspek layanan dasar dan perlindungan di lokasi pengungsian, penguatan diarahkan pada tiga pilar di tingkat lapangan, yaitu dapur komunitas berbasis desa atau kelurahan sebagai pusat distribusi pangan serta kebutuhan spesifik perempuan dan anak, penyediaan ruang aman perempuan dan anak untuk layanan psikososial, edukasi, kegiatan ramah anak, serta rujukan penanganan kasus, dan penataan hunian sementara yang aman serta melindungi privasi perempuan dan anak.
Sebagai tindak lanjut dari rangkaian koordinasi tersebut, pada Minggu (11/1), Wamen PPPA bersama Artha Graha Peduli melakukan kunjungan lapangan ke warga terdampak banjir dan longsor di Desa Seunebok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan layanan dasar berjalan dan menjangkau kebutuhan warga, termasuk peninjauan Posko Dapur Umum Kearifan Lokal Serikat Inong Aceh, fasilitas MCK, serta sumur bor sebagai sumber air bersih.
Wamen PPPA juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah dan alat tulis bagi ratusan anak terdampak bencana yang disalurkan oleh Tzu Chi cabang Sinar Mas dan Eka Tjipta Foundation sebagai bagian dari upaya pemulihan psikososial dan pemenuhan hak anak. Secara keseluruhan, bantuan yang disalurkan mencakup lebih dari 1.500 item perlengkapan anak.
Dalam kunjungan kerja terakhirnya di Aceh, Wamen PPPA melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Bencana Aceh, bersama Bupati Takengon Haili Yoga, di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah. Pertemuan tersebut dilakukan untuk melaporkan hasil pemantauan lapangan sekaligus menyampaikan berbagai kendala serta kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat terdampak bencana, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak pada fase pemulihan.
Kemen PPPA mendorong setiap posko dan hunian sementara memiliki dapur komunitas serta ruang aman perempuan dan anak yang aman dan mudah diakses.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 12-01-2026
- Kunjungan : 42
-
Bagikan: