
Wamen PPPA Tegaskan UMKM Perempuan Punya Potensi Besar sebagai Pengerak Ekonomi Nasional
Siaran Pers Nomor: B-133/SETMEN/HM.02.04/4/2026
Jakarta (10/4) – Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi nasional, khususnya melalui sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan hal tersebut, Wamen PPPA turut mengapresiasi inisiatif program pelatihan kewirausahaan SisBerdaya dan DisBerdaya dalam audiensi bersama DANA Indonesia dan ANT International Foundation.
“Kami mengapresiasi komitmen DANA dalam menghadirkan pelatihan kewirausahaan SisBerdaya dan DisBerdaya yang sejalan dengan upaya Kemen PPPA dalam memastikan tidak ada perempuan yang tertinggal dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan menargetkan total partisipasi hingga 6.000 pelaku UMKM perempuan, kami berharap program ini membuka ruang bagi perempuan untuk tumbuh, belajar, serta mengembangkan kapasitas dan usahanya,” ujar Wamen PPPA.
Program SisBerdaya dan DisBerdaya secara resmi membuka registrasi daring pada 1–28 April 2026 sebagai langkah awal untuk menjaring lebih banyak pelaku UMKM perempuan di Indonesia agar memperoleh akses pelatihan, pendampingan, serta peluang pengembangan usaha secara berkelanjutan melalui platform digital. Program ini terbuka bagi pelaku UMKM perempuan yang telah menjalankan usaha minimal 6 bulan, dengan kategori pendapatan bulanan Rp1–10 juta (ultra mikro) dan Rp11–30 juta (mikro). Setelah proses seleksi, program akan dilanjutkan dengan rangkaian pelatihan dan pendampingan selama 3 bulan sebelum puncak kegiatan pada 30 Juni 2026.
Wamen PPPA menambahkan kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam memperluas akses perempuan terhadap pengembangan usaha dan penguatan kapasitas kewirausahaan.
“Dalam penyelenggaraan program ini, Kemen PPPA berkolaborasi bersama DANA Indonesia, ANT International Foundation, dan GreatNusa by Bina Nusantara. Tahun ini mengusung tema Perempuan Berteknologi Membangun Bisnis untuk memberdayakan perempuan Indonesia melalui mentorship, networking, business matching, dan kompetisi bisnis. Kemen PPPA berperan aktif merekrut peserta melalui jejaring organisasi masyarakat sipil serta terlibat dalam proses seleksi, pelatihan, dan pendampingan. Program ini juga dipastikan berperspektif gender untuk memperkuat akses dan kapasitas perempuan dalam mengembangkan usaha. Melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami harap semakin banyak perempuan mampu mengembangkan potensi diri, mandiri secara finansial, dan berkontribusi dalam pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Wamen PPPA.
Dalam kesempatan yang sama, Director of Communications DANA, Olivia Harahap berharap program SisBerdaya dan DisBerdaya dapat terus dikembangkan untuk memperluas dampak pemberdayaan bagi pelaku UMKM perempuan di Indonesia.
“Dalam 3 tahun terakhir, program SisBerdaya dan DisBerdaya telah menjangkau 9.000 UMKM dan sebanyak 600 UMKM menerima penghargaan. Program ini kembali kami selenggarakan untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Tahun ini kami juga menghadirkan beberapa kurikulum baru untuk peserta terpilih, termasuk pembekalan gaya hidup finansial sehat agar pelaku UMKM tidak hanya sukses dalam berbisnis, tetapi juga mampu memastikan keberlanjutan usahanya. Di akhir program, kami juga akan mendorong 30 finalis untuk berpartisipasi dalam salah satu bazar ternama di Jakarta,” ujar Olavina Harahap.
BIRO HUMAS DAN UMUM
KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK
Telp.& Fax (021) 3448510
e-mail : humas@kemenpppa.go.id
website : www.kemenpppa.go.id
- 10-04-2026
- Kunjungan : 75
-
Bagikan: